Penulis merasa tergelitik untuk sedikit beropini tentang frame kontroversial yang disematkan untuk Ust Abd. Somad (UAS). Hal ini khususnya berkaitan dengan ceramah sang Ustadz di kantor KPK beberapa hari lalu. Sebutan kontroversial itu muncul dari alasan “ketidaksetujuan” pimpinan KPK dalam usaha mengundang UAS, sebagaimana disiarkan Tempo. Disebutkan bahwa UAS telah menyulut kontroversial dalam rekam jejaknya selaku pendakwah/penceramah, walau tidak disampaikan apa yang dimaksud dengan kontroversial dan apa indikasinya?
Poin inilah yang mendorong penulis untuk sedikit beropini tentang judul di atas. Dalam hal kata “kontroversial” ini, bila dibawa ke ranah publik, tentu selalu ada yang menuai kontra. Terutama bila perspektif yang digunakan tidak sama, maka memilih kata kontroversi adalah bagian dari kesalahan berfikir (dalam kasus UAS di kantor KPK). Sebab, sikap ketua KPK justeru menimbulkan kontroversi baru, dalam perspektif yang lain.
Poin selanjutnya adalah tentang latar belakang UAS yang dianggap kontroversial. Bila kita telisik dengan jujur, seberapa banyak kontroversi yang dibuat UAS? Seberapa tebal catatan Hitamnya di kepolisian, misal. Bila pertanyaan ini tak bisa kita jawab dengan benar, maka sebutan kontroversial itu tidak pantas bersanding dengan UAS.
Selain itu, sudah lazim bila tindakan (putusan) seorang tokoh agamawan selevel UAS berbias pada “ketidaksenangan” tertentu dari pihak lain. Bisa jadi, UAS tidak secara sadar membuat kontroversi. Misal, UAS mengharamkan catur dan ” film” korea, yang didasarkan pada prinsip imam mazhab, sedangkan di sebagian pihak NU merasa perlu forum untuk membahasnya sesuai konteks (tentu beda, karena UAS menjawab pertanyaan jamaah, tak mungkin menunggu forum NU). Sedangkan kontroversi UAS yang mungkin diingat publik adalah, saat ia mengunjungi Pak Probowo sebelum pilpres. Walau menurutnya ia sedang tidak kampanye, tidak mengajak orang untuk memilih. Dan kedatangan beliau ke kediaman Pak Probowo bukan inisiatif murni dari UAS, melainkan masukan dari beberapa Ulama, itu UAS ungkapkan dalam salah satu sesi ceramahnya.
Berdasarkan beberapa poin di atas, menyematkan kata kontroversial untuk UAS hanya akan menimbulkan kontroversial yang baru. Maka marilah bersama kita saling berbaik sangka dan membangun tradisi tabayyun agar tak muncul kisruh di masyatakat.[]
Taufik Sentana
Peminat kajian sosial-budaya


