SUKA MAKMUE – Masyarakat Gampong Babah Dua diresahkan dengan pengutipan Kartu Keluarga (KK) yang diduga dilakukan oknum aparat Gampong setempat, Senin, 11 Desember 2017.
"Ada tadi di minta sama Kadus (kepala dusun), katanya karena pergantian bupati makanya diminta lagi," jelas seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya kepada portalsatu.com/, Senin, 11 Desember 2017.
Ia juga menuturkan, jika setiap ada pengumpulan data masyarakat tampa pemberian informasi yang jelas dan akurat.
“Setiap pengumpulan tanpa ada penjelasan untuk apa,” jelasnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Gampomg Babah Dua Irsan Ramadhani sangat menyayangkan terkait pengumpulan KK oleh aparat Gampong yang tidak ada kejelasan.
"Kita jelas heran, bukan saja karena pengumpulan data yang tidak ada penjelasan, tapi juga data yang dikumpulkan tidak tahu kemana dibawa," jelasnya kepada portalsatu.com/, Senin 11 Desember 2017.
Irsan mencontohkan, jika pernah ada pengumpulan yang serupa, tapi anehnya data anak yatim dan fakir miskin tidak ada.
“Sehingga berefek pada salah sasaran setiap bantuan yang ada,” pungkasnya.
Sementara itu, Geuchik Gampong Babah Dua Banta Umar menjelaskan, pengumpulan data tersebut untuk verifikasi data penduduk.
"Untuk pendataan jumlah penduduk, makanya itu dikumpulkan," jelas Keuchik kepada portalsatu.com/ melalui telepon seluler, Senin, 11 Desember 2017.
Sementara itu, Geuchik Banta Umar juga mengakui bahwa sebelumnya juga pernah dilakukan pengumpulan data masyarakat oleh kadus di masing-masing Dusun.
“Itu kita tidak tahu, padahal memang ada pertinggal sama saya (Keuchik-red), tapi itulah,” tambahnya.
Pengumpulan data penduduk ini juga diklaim bukan merupakan instruksi dari kecamatan melainkan kebijakan dari Gampong yang bersangkutan.
Terkait dengan informasi pengumpulan data tersebut dikarenakan pergantian bupati diklaim tidak benar oleh Geuchik. Geuchik menegaskan jika hal tersebut hanya untuk meng update data terbaru masyarakat.
“Kalau tentang itu tidak benar,” tutupnya.[]



