LHOKSEUMAWE – Aparat Gampong Hagu Teungoh bersama puluhan anggota Satpol PP Lhokseumawe  membongkar rumah Tgk Ilyas, 68 tahun, tukang bersih kuburan di tanah milik Pemko Lhokseumawe, Senin, 16 Januari 2017 siang. Rencananya di lahan tersebut akan dibangun bangunan Pendidikan Anak Usai Dini (PAUD).

“Hari ini kita lakukan penggusuran rumah Pak Ilyas dan Pak Hasbi, kita sudah jauh hari memberikan kesempatan kepada kedua kepala rumah tangga tersebut untuk membongkar sendiri rumahnya. Bahkan kita berikan ongkos bongkar sebesar Rp 2,5 juta, namun tidak dilakukan,” ujar Imran, Geuchik Hagu Teungoh kepada portalsatu.

Katanya, kedua pihak (pemilik rumah), sudah setuju rumahnya dibongkar dalam rapat di kantor camat beberapa hari lalu.

 “Kita sengaja minta bantu kepada pihak Satpol PP untuk menghindari hal-hal yang tidak kita ingingkan, sebenarnya saya dan aparatur desa tidak menginginkan pembongkaran seperti ini, namun Pak Ilyas tetap bersikukuh tidak mau membongkar sendiri,” kata Geuchik Imran.

Dijelaskan juga, sebelumnya pihak aparat desa juga sudah menawarkan rumah bantuan di kawasan Ulee Jalan, Ujong Blang kepada yang bersangkutan sebagai ganti atas rumah yang didiami di lahan Pemko. Hanya saja, saat itu Tgk Ilyas menolak tawaran itu.

“Kita sudah tawarkan kepada Tgk Ilyas, dia tolak, namun rumah itu juga tidak terealiasasi karena Pemko belum ada dana,” ujar Imran yang didampingi kasatpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Irsyadi.

Selain rumah Ilyas dan Hasbi, Satpol PP dan aparat desa juga membongkar satu unit kios yang berada di lahan pemerintah tersebut. Tidak ada perlawanan dari pemilik rumah saat dilakukan penggusuran. Bahkan, pihak keluarga  juga berusaha mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah. Suasana haru terlihat saat Ilyas membawa anaknya yang cacat keluar dari rumah yang telah dihuninya selama 30 tahun lebih tersebut.[]

Laporan: Sirajul Munir