SIGLI – Pembangunan dua rumah layak huni bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2019 di Gampong Mane, Kecamatan Mane, Kabupaten Pidie, dinilai berjalan lamban. Hingga saat ini kemajuan pembangunan rumah untuk kaum duafa itu diperkirakan baru sekitar 35 persen.
Penilaian itu disampaikan Imum Mukim Lutueng, Sulaiman, didampingi Keuchik Gampong Mane, Amri, ditemui portalsatu.com/, 12 Desember 2019.
Menurut Sulaiman, pekerjaan pembangunan rumah layak huni (RLH) yang anggarannya di bawah Dinas Perkim Aceh itu dimulai Oktober 2019. Namun, sampai saat ini belum selesai. “Kami lihat kondisi bangunannya baru sekitar 35 hingga 40 persen. Kami khawatir jika akhir tahun tidak siap, tidak akan dilanjutkan lagi,” ujar Imum Mukim itu.
Sulaiman menyebutkan, calon penerima bantuan RLH di kemukimannya, bahkan di Kecamatan Mane, hanya dua orang, yakni Ruwaida dan Fatimah. Saat ini kedua keluarga duafa itu menumpang di rumah keluarganya karena RLH yang dibangun Dinas Perkim Aceh belum siap.
“Apalagi Fatimah seorang janda korban konflik yang memiliki enam anak yatim. Tentunya sangat mendambakan rumah layak huni tempat tinggal mereka,” imbuh Sulaiman yang juga Sekretaris Majelis Mukim Kabupaten Pidie.
Sulaiman berharap kepada rekanan pembangunan RLH itu dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Jika tidak selesai akhir tahun ini, dia berharap dapat dilanjutkan tahun depan. Hal itu mengingat kedua keluarga itu layak sebagai penerima bantuan RLH.
Data diperoleh portalsatu.com/, nama Ruwaida dan Fatimah tercatat sebagai calon penerima bantuan rumah layak huni di Kecamatan Mane. Kedua RLH itu masing-masing dibangun dengan APBA senilai Rp85 juta.[]



