SUBULUSSALAM – Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Subangun Berutu meminta pihak perusahaan pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) di daerah itu supaya transparan masalah harga tandan buah segar (TBS). 

Permintaan ini disampaikan Subangun Berutu setelah menerima laporan dari sejumlah pemegang surat pengantar (SP) jual beli TBS terkait adanya perbedaan harga di salah satu PMKS di wilayah Kota Subulussalam.

Perlakuan berbeda dari PMKS terhadap pemegang SP tertentu menyebabkan petani sawit dirugikan, mereka tidak mendapat kesamaan harga dari agen pengumbul yang datang ke kebun-kebun petani menjemput buah sawit.

"Ada salah satu pabrik masih menerapkan perbedaan harga antara Rp.1000-Rp.1020 per kilogram pada pemegang SP. Belum ada transparansi harga papan, saya konfirmasi barusan dua pemegang SP, harga mereka peroleh beda," kata Subangun Berutu kepada portalsatu.com/, Rabu 14 Agustus 2019.

Selain sisi lain harga TBS di wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya masih bertahan pada anggka Rp820 sampai Rp870 per kilogram di tingkat petani.

Pergerakan harga TBS masih cukup lamban sehingga berdampak pada perekonomian masyarakat menjadi lesu.

Dua pabrik dilaporkan hargaTBS mulai bergerak naik yakni PT BSL Rp1.010 per kilogram dari sebelumnya Rp990 per kilogram dan PT BDA dari Rp970 menjadi Rp990 per kilogram.

Sementara harga TBS di dua perusahaan lainya yakni PT GSS Rp1.080 per kilogram dan PT SSN Rp1.000 per kilogram di tingkat pabrik.

Kenaikan TBS di tingkat pabrik memicu harga komoditas unggulan masyarakat di Bumi Sada Kata itu turut bergerak dari sebelumnya berkisar antara Rp800-Rp850 per kilogram menjadi Rp820 hingga Rp870 per kilogram di tingkat petani.

Apkasindo Kota Subulussalam berharap harga TBS terus bergerak naik mengingat harga minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) juga mulai bergerak naik Rp6.900/kg dari sebelumnya Rp6.600/kg di Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Nusantara Belawan. 

“Harapan kita mudah-mudahan TBS segera naik, karena harga CPO di Belawan juga bergerak naik sekarang,” kata Subangun Berutu menambahkan.[]