Perhelatan akbar MTQ yang telah rutin kita ikuti sejak kecil dulu, setidaknya menjadi forum pembangunan kesadaran masyarakat muslim dalam mengapresiasi dan meyakini kitab suci Alquran. Kegiatan ini bukan semata sebagai ajang unjuk bakat seni tilawah dan turunannya. dari kaligrafi, syarhil quran, menulis tafsir”, hafalan dsb, tapi memungkinkan tersosialisasinya nilai-nilai Alquran yang sarat kebenaran ilahi, penuh rangsangan ilmiah dan pedoman dalam seluruh aspek kehidupan kita.
Secara ilmiah, misalnya, karena kita sedang berada pada era transformasi keilmuan yang begitu cepat, saat dimana setiap kita mungkin mengunggulkan legalitas akdemik secara khusus dan formal, maka semangat kembali ke Alquran dan pembangunan kesadaran ummat sangat membutuhkan suatu pendekatan aplikasi yang autentik dan relevan.
Dalam paradigma ilmiah yang umumnya sangat bias dan berbau sekular (karena menginduk pada filsafat ilmu Barat), maka mewariskan semangat aplikasi Bismi Rabbika dalam setiap level jenjang pendidikan menjadi sangat urgen.
Dengan aplikasi Bismi Rabbika ini, memungkinkan setiap pelajar muslim (calon ilmuan muslim), menghadirkan rasa spiritualitas -ketauhidan dalam kajian dan eksplorasi gagasannnya tentang apapun. Sehingga ia tidak gamang dalam menolak konsep ilmu yang bebas nilai.
Sebagaimana telah kita pahami bahwa, kata “iqra” juga merupakan cikal bakal penjelajahan pengetahuan. Dari proses iqra ini pula semua konsep, kajian, kongklusi dan penemuan bermula.
Jadi kita ingin, awal dan akhir dari eksplorasi ilmiah, dalam bidang apapun (juga politik) hendaknya mengacu pada semangat Bismi Rabbika, sehigga mengundang Rahmat Allah dalam tatanan sosial kita.
Taufik Sentana
Praktisi Pendidikan Islam



