BANDA ACEH — Dinas Pendidikan Aceh melalui Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) resmi membuka Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Kota Banda Aceh Tahun 2025 pada Senin (21/10) secara virtual. Kegiatan ini diikuti oleh guru dan tenaga kependidikan berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga Sekolah Menengah Atas.
Pembukaan secara daring melalui platform Zoom Meeting dipimpin langsung oleh Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Aceh, Junaidi, SST., M.Pd. Dalam arahannya, Junaidi menekankan pentingnya penghargaan sebagai bentuk motivasi dan pengakuan atas dedikasi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Apresiasi ini adalah wujud nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan sumber daya manusia Aceh yang berkualitas, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Junaidi.
Apresiasi sebagai Amanat UU Guru dan Dosen
Menurut Junaidi, penyelenggaraan kegiatan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya Pasal 36 ayat (1), yang menyatakan guru berprestasi, berdedikasi luar biasa, dan/atau bertugas di daerah khusus berhak memperoleh penghargaan.
Ia menekankan bahwa penghargaan tidak semata-mata untuk merayakan pencapaian, tetapi juga untuk mendorong inovasi, profesionalisme, dan dedikasi para pendidik.
“Kami ingin setiap guru dan tenaga kependidikan merasa dihargai, tidak hanya dari prestasi formal, tetapi juga dari ketulusan dan inovasi yang mereka lakukan dalam kegiatan sehari-hari di sekolah,” kata Junaidi.
Tema dan Tujuan: GTK Inovatif dan Inspiratif
Kegiatan tahun ini mengusung tema “Wujudkan GTK yang Inovatif dan Inspiratif”, dengan tujuan menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Junaidi berharap apresiasi ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak guru dan tenaga kependidikan yang mampu menghadapi tantangan pendidikan di abad ke-21, terutama dalam era digitalisasi dan pembelajaran berbasis teknologi.
“Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik dan pembentuk karakter generasi penerus bangsa. Peran ini menuntut kreativitas, kesabaran, dan kemampuan untuk terus berinovasi,” tambahnya.
Pemenang dan Makna Apresiasi
Dalam sesi pembukaan, Junaidi menekankan bahwa dalam setiap perlombaan pasti ada yang meraih penghargaan dan ada yang belum. Namun, menurutnya, semua peserta adalah “pemenang sejati” karena kontribusi mereka bagi dunia pendidikan lebih luas daripada sekadar piala atau sertifikat.
Ia juga mengapresiasi kerja tim juri yang terlibat dalam penilaian, serta seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini, dari pemerintah hingga lembaga pendidikan.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kinerja guru dan tenaga kependidikan, tetapi juga motivasi agar semakin banyak pendidik yang aktif menciptakan pembelajaran berkualitas dan berorientasi pada kebutuhan siswa,” pungkas Junaidi. [adv].





