KEGIGIHAN dan kerja keras unsur dayah Munawarah dan kerja sama semua pihak di bawah kendali Abiya Kuta Krueng, seperti angin segar dan buahnya akan juga di rasakan oleh lembaga pendidikan di bawah asuhan ulama sufi kharismatik Aceh Abu Usman Kuta Krueng.

Bulan yang lalu kunjungan pihak Kementrian Agama (Kemenag) Pusat ke Dayah Munawarah Kuta Krueng dalam rangka meninjau kesiapan dan persiapan pendirian Ma'had Aly seperti izin pendirian Ma'had Aly menunggu waktu dan pengesahannya.

Kedatangan tamu merupakan sebuah rahmat terhadap sahib ( pemilik) tem
pat atau pondok. Begitulah ungkapan yang dapat di petik dari kedatangan bapak Dr. H. Ahmad Jazadi, M. Pd sebagai kepala sub direktort pendidikan diniyah dan tim verivikasi telah memberikan sebuah sinyal lahirnya Ma'had Aly saat meninjau dan mengunjungi dayah Munawarah beberapa bulan lalu,

 “Perjalanan hampir mendekati 90 persen dan sepertinya menunggu legalitas  dari pihak kemenag RI,” pungkas Teungku Mujlis Hasan guru senior dan pihak sekretariat dayah tersebut.

Aura mentari pagi kini menunjukkan cahayanya dan harapan  berdirinya Ma'had Aly bukan lagi mimpi di siang bolong bahkan pihak dayah merasakan kenyataan itu akan berbuah manis dari perjuangan hasil kerja tim yang di ketuai oleh Abiya Anwar dan pihak Kemenag pusat telah menyebutkan janji manis  tersebut

” Insya Allah bulan sya'ban, kalau tidak ada halangan dan kendala kita resmikan Ma”had Aly di tempat ini,” ujar Tgk. Mujlis Hasan mengutip  perkataan Dr. Ahmad Jayadi, M. Pd selaku kepala sub direktorat pendidikan diniah di Kemenag Pusat yang juga tim verifikasi Ma'had Aly Munawwarah Kuta Krueng beberapa bulan lalu.

Harapan guru senior Dayah Kuta Krueng kelahiran Blang Jruen itu  juga para guru dan masyarakat dayah Munawarah khususnya serta Aceh umumnya  menaruh sebuah cahaya yang bernama Ma'had Aly bisa menyinari dayah salafi bernuansa sufistik itu..
(Bersambung).[]