Oleh Taufik sentana

Dalam tirai dunia materil saat ini
seakan bahagia adalah kepemilikan diri
untuk setiap yang diingini.

Tapi itu bahagia si anak kecil dalam usia dini,
bahagia yang terbit karena bendawi,
bahagia dalam struktur naluri.

Namun disini pula kita terus berlomba mencari
bahwa bahagia adalah yang kita miliki
dan yang tampak dinikmati.
Padahal bahagia dalam fakultas rasa dan nurani: Apapun yang menyebelahinya akan merasa kosong-sendiri walau penuh mewah berpundi.

Bahagia sejati mengabstraksi jiwa, 
merindu abadi dengan amal diri, 
meniti jalan berat penuh uji,  
terjal-mendaki penuh kemelut dan godaan nafsani.

Tapi semua mesti dilampaui agar sampai pada 
bahagia yang sempurna seperti yang dibawa penghulu ummat di setiap zamannya.

Taufik Sentana
Sedang merampungkan Antologi Puisi: “Password Kebahagiaan”