Seorang seniman nasyid Pakistan telah membuat lagu dan membuat video musik untuk menarik perhatian pada hubungan yang kuat dan ikatan budaya antara Turki, Pakistan, dan Azerbaijan.

Noman Shah Bukhari membagikan lagunya, “Saltanat e Usmania,” dalam bahasa Turki dan Urdu di YouTube setelah video musik pertamanya di mana dia membawakan lagu tema Kebangkitan: Ertugrul, serial TV Turki yang populer.

Bukhari mengatakan kepada Anadolu Agency dalam sebuah wawancara bahwa setelah mendapatkan lebih dari satu juta suka untuk video pertamanya, dia membuat lagu untuk mempromosikan hubungan yang kuat dan ikatan budaya antara Turki, Azerbaijan, dan Pakistan.

Dia menegaskan bahwa Turki dan Pakistan sejak awal memiliki hubungan yang sangat kuat dan kedua negara itu yang pertama mengakui kemerdekaan Azerbaijan.

“Oleh karena itu, setelah kemerdekaan Azerbaijan, ketiga negara ini sekarang memiliki ikatan yang sangat kuat.

“Butuh waktu sekitar dua minggu bagi saya dan tim saya untuk menghasilkan lagu dan video. Konsepnya tidak terlalu sulit untuk muncul karena kami memiliki cinta yang besar untuk negara-negara ini,” katanya.

“Jujur saja, kostumnya sangat sulit dibuat. Sebelum ‘Saltanat e Usmania’, saya telah membuat video untuk lagu tema Resurrection: Ertugrul, karena sangat terkenal di Pakistan dan kostum dalam serial tersebut adalah inspirasi utama saya. Saya membeli semua bahan dari Pakistan dan menyatukannya. Itu bukan proses yang mudah. ​​Saya mencoba yang terbaik. Saya membuat bendera, kostum, dan menyatukan lingkungan,” tambah Bukhari.

Bukhari menekankan bahwa dia ingin membuat lebih banyak video musik dengan tujuan serupa.

“Tujuan saya membuat video ini hanya untuk bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan tidak ada yang lain. Saya juga bermimpi saat saya akan bertemu dengannya. Dia adalah pemimpin populer dari semua Muslim. Kami memiliki beberapa harapan darinya, dan saya ingin memainkan peran saya dalam tujuan mulia yang dilakukan oleh presiden Turki,” katanya.

Video yang dibuat di kota Karachi, Pakistan, juga menampilkan gambar presiden Turki dan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, bersama dengan bagian dari drama sejarah Turki yang populer.

Bukhari mengatakan bahwa pada 2018 dia telah melakukan perjalanan ke Turki, di mana teman-teman Turki membantunya bernyanyi dalam bahasa Turki.

“Karena itu sulit bagi saya, teman Turki saya membantu saya melafalkan bahasa dan menyanyikannya.

“Saya juga melakukan perjalanan ke tempat-tempat bersejarah di Istanbul. Karena saya di Inggris sekarang, setelah Ramadan saya memiliki rencana untuk datang ke Turki selama beberapa hari untuk bepergian ke tempat-tempat bersejarah dan melihat di mana syuting drama Turki,” katanya. kata.

Bukhari juga berharap agar saluran TV Turki juga memutar video musiknya agar masyarakat Turki juga dapat melihatnya dan memberikan masukan kepadanya.[]sumber:anadolu agency