Aku Ingin Mendengarkan Musik Bersamamu
Aku ingin mendengarkan musik bersamamu
di suatu masa, bukan karena lagu-lagunya,
tapi aku ingin tahu apa yang disampaikan bunyi-bunyian itu,
jika bait-bait syairnya tidak dialunkan oleh biduan.
Aku ingin tahu, apakah begitu pula suara hatimu
apakah bunyi-bunyian itu juga suara hatiku
Aku ingin tahu bagaimana makhluk yang hanya dapat didengar itu diciptakan oleh getaran cinta-Nya
Apakah itu suara api neraka ataukah itu suara desauan gemerincing dedaunan surga.
Aku ingin mendengarkan musik bersamamu
sampai segala lagu itu menghilang di pendengaran
yang ada hanya nyanyian cinta atau duka di hati kita
yang hanya dapat kita dengarkan sendiri
Aku ingin mendengarkan musik bersamamu
mendengarkan nyanyian hatimu
nyanyian cinta atau duka
sampai segala suara menjadi doa
menuju cinta-Nya.
Banda Aceh, 27 April 2025 / 29 Syawal 1446 H.
Thayeb Loh Angen (Muhammad Thaib bin Sulaiman).







