ANKARA – Turki tidak mengubah keputusannya untuk membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia namun tetap menyambut baik persetujuan dari Departemen Luar Negeri AS mengenai kemungkinan pembelian sistem Patriot Amerika Serikat, kata dua pejabat Turki, Rabu (19/12).
Seorang pejabat menggambarkan keputusan Departemen Luar Negeri sebagai sinyal yang baik untuk hubungan Ankara dengan Washington yang sedang bermasalah, dan Turki sekarang sedang menunggu langkah AS berikutnya.
“Turki belum mengubah keputusan untuk membeli sistem pertahanan S-400 dari Rusia,” kata pejabat itu. “Sebagai sekutu, AS harus menjualnya ke Turki, tetapi kami telah menunggu persetujuan mereka.”
Sebelumnya diberitakan bahwa Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan sistem pertahanan rudal udara Patriot ke Turki senilai USD3,5 miliar.
Menurut Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon, departemen menyetujui penjualan 80 rudal Patriot MIM-104E, 60 rudal PAC-3 MSE, dan sejumlah peralatan terkait.
Penjualan itu termasuk set radar, stasiun kontrol keterlibatan, stasiun peluncuran, peralatan komunikasi, peralatan uji, jangkauan dan program uji serta peralatan pendukung.
“Tujuan penjualan itu adalah untuk meningkatkan kemampuan pertahanan militer Turki dalam menghadapi agresi musuh dan melindungi sekutu-sekutu NATO yang mungkin beroperasi di dalam perbatasan Turki,” jelas Pentagon pada Selasa.
“Turki seharusnya tak mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan sistem ini ke angkatan bersenjatanya,” tambah mereka.
Turki telah beberapa kali mencoba membeli sistem pertahanan udara dari AS, tetapi rudal itu justru tidak dijual ke Turki ketika Turki sangat membutuhkannya.
Rudal Patriot digunakan untuk pertahanan, terutama untuk menembak jatuh rudal dan pesawat.[] Sumber: anadoluagency/turkinesia




