TAKENGON – Nasaruddin merupakan putra asli Gayo yang didengung-dengungkan bakal mendampingi Zaini Abdullah di pilkada Aceh 2017 mendatang.
Dua orang ini merupakan 'orang nomor satu' di tingkat provinsi dan kabupaten. Zaini saat ini merupakan Gubernur Aceh dan Nasaruddin merupakan Bupati Aceh Tengah. Psangan ini bakal melaju dari jalur perseorangan atau independen.
Bagi masyarakat Gayo, Nasaruddin menjadi andalan sekaligus harapan baru untuk membawa rakyat di wilayah tengah dan Aceh secara menyeluruh menuju kemakmuran. Harapan itu dinilai tak berlebihan, mengingat pria yang akrab disapa Pak Nas itu berpendidikan, memiliki manajemen kepemimpinan dan sosok yang mumpuni. Hal ini diakui salah seorang warga Gayo.
“Dari segi ilmu kepemimpinan Pak Nas sangat layak menuju Aceh 2 mendampingi Zaini Abdullah. Pak Nas sudah menduduki kursi Bupati Aceh Tengah selama dua periode berturut-turut, maka itu saya selaku masyarakat Gayo mendukung penuh dan berharap Pak Nas menang di pilkada 2017 mendatang,” kata Riswan, warga Takengon kepada portalsatu.com, Selasa, 19 Juli 2016.
Masih menurut Riswan, sosok Nasaruddin juga dinilai dapat membawa Aceh ke arah kemakmuran secara menyeluruh. Apalagi Pak Nas disebut-sebut juga memiliki relasi kuat di tingkat pusat untuk menuntaskan poin-poin MoU Helsinki yang masih terganjal.
Ia menjabarkan, selama memimpin Aceh Tengah dalam kurun dua periode, Pak Nas dinilai sebagai sosok yang bijak dan dapat mempersatukan masyarakat yang berbeda suku dan agama yang menetap di Gayo.
Tindakan itu kata Riswan dapat terbukti dari beberapa kebijakan Nasaruddin seperti mempercayai aparatur daerah dari kalangan Aceh pesisir, Jawa dan suku lain yang ada di Aceh Tengah.
“Ini mungkin satu upaya Pak Nas untuk menekan konflik dengan mempersatukan semua suku di Aceh Tengah,” katanya.
“Selama kepemimpinannya yang sudah di penghujung, aksi protes warga juga terbilang rendah. Ini menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap pemimpinnya,” sebut warga lainnya, Aman Kadri warga Kemili, Kecamatan Bebesen Aceh Tengah.
Menurutnya Aman Kadri, Aceh dewasa ini membutuhkan sosok pemimpin berjiwa besar layaknya Nasaruddin untuk menyatukan beragam kelompok dan suku yang ada di Seuramoe Meukah ini.
Berbeda halnya dengan Sundari, kaum hawa dari Jagong Jeget. Dia berharap, kiranya pasangan Zaini Abdullah-Nasaruddin menjadi “pemenang” di Pilkada Aceh 2017 mendatang.
“Saya pribadi bangga, karena ada perwakilan orang Gayo yang menjadi pemimpin Aceh,” ujarnya.
Melalui Nasaruddin ia berharap agar ke depan Aceh lebih maju dan tentu tetap pada pijakan dasar kepemimpinan untuk memajukan daerah.
Bupati Nasaruddin lahir di Takengon 17 Juli 1957. Karirnya di tanah kelahiran bermula di Asisten Administrasi dan Pembangunan Setdakab Aceh Tengah dari tahun 2000-2002.
Di periode yang sama ia juga pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah dan Tahun 2002-2005 menjabat sebagai Sekretaris Daerah.
Berangkat pada tahun 2004-2006 Nasaruddin dipercaya sebagai Pj. Bupati Aceh Tengah dan saat ini terpilih kembali menjadi bupati aceh tengah periode 2012-2017. Selama kepemimpinannya, Nasaruddin tercatat berhasil memboyong sejumlah penghargaan dari BPK RI Atas Laporan Keuangan mulai dari Tahun Anggaran 2007, 2008, 2009 dan 2012-2014, 2015 dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian”.[](ihn)





