Jumat, Juli 19, 2024

Ini Kata Camat Tanah...

ACEH UTARA - Pemerintah sedang melakukan pendataan bangunan yang rusak akibat diterjang badai...

JPU Tuntut Lima Terdakwa...

BANDA ACEH - Jaksa Penuntut Umum menuntut empat terdakwa perkara dugaan korupsi pada...

Abu Razak Temui Kapolda,...

BANDA ACEH – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh H. Kamaruddin...

Diterjang Badai, Lapak Pedagang...

ACEH UTARA - Banyak lapak pedagang dan warung di sepanjang jalan Simpang Rangkaya,...
BerandaAsrizal DPRA dan...

Asrizal DPRA dan YARA Selenggarakan Diskusi Grup tentang Hijab Cut Meutia

BANDA ACEH – Beberapa ormas di Aceh akan mengadakan acara Diskusi Grup bertajuk “Hijab untuk Cut Mutia”, di 3 in 1 Coffee Shop (Depan Hermes Hotel), Selasa, 27 Desember 2016, pukul 13.45 WIB.

Perhelatan raya itu diisi oleh Husaini Ibrahim – arkeolog Unsyiah – Yayasan Warisan Aceh Nusantara (Wansa), Taqiyuddin Muhammad – Peneliti Sejarah Kebudayaan Islam dari CISAH (Central Information for Samudra Pasai Heritage), Harun Keuchik Leumiek – Budayawan Kolektor Pakaian dan Perhiasan Bangsawan Aceh, Tuwanku Warul Walidin bin Tuwanku Muhammad Yusuf – Cicit Sultan Aceh Darussalam Terakhir, Asrizal H. Asnawi – Anggota DPR Aceh dari Partai PAN, Mukhlis Mukhtar – Advokad YARA, Haikal Afifa – Institut Peradaban Aceh, Muhajir Ibnu Marzuki – Sekolah Hamzah Fansuri.

“Untuk hal ini (Cut Mutia tidak berhijab di uang kertas), kita sengaja mengundang handai taulan untuk bersama-sama membicarakan tentang bagaimana sebenar-benarnya sejarah kita. Pada hari ini, sesama bangsa saja memperdebatkan kemurnian sejarah leluhur sendiri,” ucap Asrizal, salah seorang pembicara pada kelompok diskusi tersebut, Senin, 26 Desember 2016.

Dalam siaran pers, Asrizal mengatakan, acara ini dimoderatori Munawar Liza Zainal, salah seorang politisi Aceh, yang pernah menjabat Wali Kota Sabang.

“Sebagai pihak panitia, melalui ini, kami mengundang kawan-kawan yang peduli syariat Islam dan sejarah yang ada di Banda Aceh dan sekitar untuk menghadiri acara ini. Gratis, terbuka untuk umum,” kata  Asrizal H. Asnawi – Anggota DPRA dari PAN, yang membuat acara tersebut bersama YARA (Yayasan Advokasi Rakyat Aceh), dan Thayeb Loh Angen – Sekolah Hamzah Fansuri.[] (*sar)

Baca juga: