BLANGKEJEREN — Bupati Gayo Lues H. Muhamam Amru, Senin, 13 Januari 2020, mengatakan hal itu dilakukan sebagai bagian dari program melestarikan hulu sungai di masing-masing desa dengan memanfaatkan dana desa.

“Tahun lalu Rp 50 juta anggaran dana desa sudah dilakukan untuk penghijauan hulu sungai dan desa, program itu masih terus berlanjut, tetapi anggarannya tergantung kebutuhan desa itu sendiri, ada yang kurang dan ada juga yang lebih dari Rp 50 juta itu,” katanya.

Selama ini, masyarakat Gayo Lues hanya menyerahkan penghijauan kepada alam semata, tidak menebang hutan juga salah satu partisipasi dan dukungan masyarakat terhadap program pemerintah untuk melestarikan hutan untuk menghindari bencana alam.

“Berdiam diri tidak menebang hutan saja tidak cukup, di daerah yang gersang harus kita tanam pohon, dan kita memang sudah menjalankan hal ini sebelum diinstruksikan oleh Pemerintah Pusat, tetapi perlu penambahan lagi supaya Gayo Lues menjadi hijau,” jelasnya.

Amru berharap seluruh masyarakat Gayo Lues saling bersinergi dalam menjaga hutan dan melakukan penanaman, sehingga kebutuhan air terpenuhi saat musim kemarau, dan banjir bandang disertai longsor terhindar saat musim penghujan. [Win Porang]