SIMEULUE – Atlet cabang olahraga Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kabupaten Simeulue masih menggunakan tanah pinjaman untuk tempat latihan rutin.
Perpani hadir di Simeulue sejak 2014 lalu. Para atletnya mengikuti latihan rutin empat kali dalam seminggu. Selain tempat latihan di tanah pinjaman, Perpani juga kekurangan sarana dan prasarana pendukung seperti peralatan, pelatih atau instrukur.
Hal itu disampaikan Safdar, Ketua Perpani Simeulue, kepada portalsatu.com/, Minggu, 17 November 2019. “Masih serba kekurangan sejak dibentuk tahun 2014 lalu. Lokasi latihan untuk atlet, kita pinjam tanah orang lain, dan sangat minim tenaga pelatih panahan. Kalau soal dana pembinaan pernah dialokasikan hanya Rp7 juta” katanya.
Menurut Safdar, Perpani hanya memiliki alat utama jenis panah empat unit dan 15 unit busur panah standar nasional serta alat sasaran tembak panah. Selebihnya untuk peralatan latihan disediakan oleh atlet panahan itu sendiri.
“Peralatan untuk panahan itu memang mahal, satu unit alat panah standar nasional sekitar Rp10 juta, sebab tidak dibenarkan peralatan panah itu asal-asalan yang digunakan atlet. Karena masih minim sarana prasarana, maka untuk sementara yang direkrut menjadi atlet, yakni dari tingkat SD, SMP dan SMA sederajat, dan untuk atlet dari tingkat umum belum kita rekrut,” ujarnya.

Dari 34 atlet panahan yang terdaftar di Perpani Simeulue, selama dua hingga tiga jam dalam sehari sesi latihan rutin, yakni Selasa, Kamis, Sabtu dan Minggu. Latihan diikuti puluhan atlet panahan putra putri, di lapangan tanah pinjaman di kawasan Desa Air Dingin, Kecamatan Simeulue Timur.
“Latihan rutin 4 kali dalam satu minggu. Karena sarana prasana sangat terbatas, maka yang digunakan alat panahan apa adanya dulu, yang penting ada kemauan dan tingginya semangat latihan atlet kita,” kata Ahmad Guntur, pelatih dan Niko Afrizal, instruktur panahan dijumpai portalsatu.com/, Minggu, di lokasi latihan.
Kedua pelatih panahan itu menyebutkan, atlet Perpani Simeulue sedang giat melakukan latihan rutin untuk menghadapi Pra PORA 2020 di Banda Aceh. Atlet panahan tingkat SD daerah ini pernah meraih medali emas pada kejuaraan Aceh-Sumatera Archery di Banda Aceh, 8-10 Maret 2019 lalu. Tahun yang sama pada Kejurda Perpani Simeulue mendapat juara keempat.[]
Penulis: Egar Shabara





