LHOKSEUMAWE –  Pengguna kendaraan harus berhati-hati saat melintasi jalan di sebelah barat Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe, terutama setelah hujan. Pasalnya, lubang semakin besar pada badan jalan di samping rumah Wakil Wali Kota Lhokseumawe itu.

Pantauan portalsatu.com, badan jalan yang menjadi pemisah tembok Stadion Tunas Bangsa dengan rumah Wakil Wali Kota Lhokseumawe itu sudah lama rusak parah. Selain hanya berjarak beberapa meter dengan pagar rumah wakil wali kota, lokasi jalan rusak itu juga tidak jauh dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lhokseumawe.

Jalan itu menjadi jalur alternatif bagi sebagian pengguna kendaraan yang ingin menuju ke kawasan pusat kota, termasuk anak-anak sekolah. Setiap kali hujan, jalan itu tampak seperti kubangan. Meski pengguna sepeda motor melaju pelan tetap terperosok dalam lubang besar di jalan itu. Dampaknya sepatu atau sandal maupun bagian bawah pakaian akan basah kena air kotor.

“Kalau bawa sepeda motor dengan kecepatan tinggi bisa terjungkal dalam lubang jalan itu, karena lubangnya semakin besar. Lubang itu baru terlihat secara jelas kalau tidak ada lagi genangan air hujan, mungkin lebih seminggu jika tidak turun hujan,” ujar Syurkani, pengguna sepeda motor yang mengaku sering melintasi jalan itu kepada portalsatu, belum lama ini.

Sampai siang tadi, jalan rusak parah itu belum diperbaiki. Hanya saja tidak ada lagi genangan air di badan jalan itu lantaran sudah sekitar sepekan tak hujan.

Jalan berlubang yang rawan kecelakaan bagi pengguna kendaraan juga terlihat di Jalan Merdeka, arah masuk ke kawasan pusat kota, tidak jauh dari muka Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (KP2TSP) Lhokseumawe. Lubang menganga itu telah ditutup dengan sebuah benda. Jalan itu merupakan jalur padat arus lalu lintas.

Sekitar 200 meter ke depannya, tepat di Simpang Kutablang, Lhokseumawe, tampak genangan air menutupi sebagian badan jalan. Meski sudah sekitar sepekan tidak turun hujan, namun air masih tergenang di jalan itu. Kondisi tersebut sudah berlangsung sangat lama. (Baca: Jalan Merdeka Tergenang Air, Pemko Lhokseumawe ‘Tutup Mata’)

Ketika dikonfirmasi para wartawan, 17 November 2015, Kepala Dinas PU Lhokseumawe, Mulyanto mengatakan pembangunan drainase di kawasan Simpang Kutablang itu akan dilakukan pada 2016. Menurutnya, Dinas PU akan memperbaiki drainase atau parit dengan memotong badan jalan ke arah sisi kanan saluran yang kemudian akan bermuara ke Krueng Cunda. (Baca: Jalan Merdeka Tergenang Air, Ini Kata Kadis PU Lhokseumawe )

Genangan air tampak pula di jalan pasar sayur dan rempah-rempah di kawasan pusat kota Lhokseumawe usai turun hujan. Kondisi tersebut menimbulkan keluhan masyarakat yang ingin membeli bahan dapur di pasar itu.

Kepala Dinas PU Lhokseumawe Mulyanto dan sekretaris dinas itu Nirrwansyah, berulang kali dihubungi secara terpisah, telpon selulernya tidak aktif, Senin, 15 Februari 2016. Sementara Kabid Pembangunan Jalan Dinas PU, Safaruddin melalui telpon genggam mengatakan, ia belum dapat memastikan kapan jalan rusak dan tergenang air itu akan ditangani.

“Saat ini belum bisa kita tangani, karena tidak ada dana untuk perbaikan jalan rusak itu, tidak tersedia dana untuk perawatan rutin jalan yang seperti itu. Mungkin nanti kita lihat pada perubahan APBK 2016 kalau ada dananya,” ujar Safaruddin.[] (idg)