LHOKSUKON – Puluhan rumah di pedalaman Kecamatan Tanah Jambo Aye, Langkahan dan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, terendam banjir akibat curah hujan tinggi sejak Rabu, 31 Agustus 2016, dini hari. Kondisi tersebut diperparah dengan sumbatnya saluran pembuang.
Dua gampong di Kecamatan Tanah Jambo Aye meliputi, Gampong Matang Serdang dan Tanjong Kelayu. Genangan air hujan juga merendam halaman SMA Matang Rubek di kecamatan setempat. Sementara di Kecamatan Lhoksukon, banjir menggenangi sejumlah rumah di Gampong Blang Rubek (Kemukiman Matang Ubi) Mata Ie dan Mata Ue (Kemukiman Lhoksukon Tengoh).
“Banjir kali ini akibat curah hujan tinggi dan sumbatnya saluran buang yang mengakibatkan air tergenang. Ketinggian air dini hari tadi sekitar 50 centi meter, tapi kini mulai surut,” kata Ketua DPRK Aceh Utara Ismail A. Jalil atau Ayah Wa, kepada portalsatu.com via telepon seluler, sore tadi.
Ayah Wa menyebutkan, dirinya sudah turun langsung ke lokasi Gampong yang terendam banjir. Tadi siang juga telah dilakukan pembersihan saluran guna mengantisipasi banjir susulan, mengingat sudah memasuki musim hujan.
“Genangan air hujan juga merendam halaman SMA Matang Rubek, namun hal itu tidak mengganggu aktivitas belajar siswa. Di Kecamatan Langkahan, banjir juga merendam sejumlah rumah,” ujar Ayah Wa.
Hal senada dikatakan Ramli, 37 tahun, warga Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon. Air hujan menggenangi puluhan rumah warga setinggi 30 centimeter akibat tidak ada saluran buang, tapi saat ini sudah surut.
“Secara kebetulan hari ini di gampong ada warga yang musibah meninggal anaknya. Bahkan shalat jenazah dilakukan di genangan air, hanya saja jenazahnya ditaruh di tempat yang agak tinggi agar tidak basah. Kami harap pemerintah segera membuat saluran buang di Gampong kami, mengingat curah hujan terus meningkat untuk ke depannya,” pungkas Ramli.[]



