Karya: Taufik sentana
FirmanNya dalam ruas kejadian semesta menjadi tali pengertian diri. Alangkah indah saat kita bisa berkaca pada setiap ciptaan dan melihat diri kita yang sempurna sambil menitip pandang ke pohon pohon, lautan, batu batu dan pasir pasir.
Ayat ayat alam menjadi tadarus yang tak membutuhkan ruang, tadarus panjang yang meminta sang diri bertekuk
bahwa semua mesti tunduk pada ritmeNya, pada awal maksud kejadian.
Maka alangkah selalu indah tatkala kita mampu berkaca pada setiap ciptaan dan melihat diri kita bagai setitik pasir di keluasan pantai jagad raya.
“Yaa, Rabb jadikan kami hambaMu yang selalu bersujud”
Banjir itu….
Bukan semata air yang melimpah, yang tumpah, yang merambah, yang lepas dari akar akar kehidupan.
Banjir itu, kedangkalan pengetahuan kita tentang makna air, pohon, hujan, udara, gedung dan gunung gunung.[]
Taufik Sentana
Peminat sains dan kreativitas. Mengelola Program Menulis Kreatif.



