BANDA ACEH – Anggota DPR Aceh Azhari alias Cage mengapresiasi langkah mahasiswa dalam mengawal kinerja DPRA supaya penggunaan anggaran perjalanan dinas efisien dan tepat sasaran.
Hal tersebut dikatakan Azhari Cage di sela-sela demo mahasiswa di kantor DPRA, Selasa, 17 Mei 2016. Namun, kata dia, mengawal anggaran jangan terfokus pada DPRA saja. DPR Aceh jumlah anggotanya 81, sangat berbeda dengan dinas-dinas, di mana anggaran di sana juga besar, seharusnya itu perlu diwaspadai,” ujar Azhari Cage.
Dia menjelaskan dalam membahas setiap rancangan qanun, DPR Aceh perlu konsultasi Kemendagri, DPR RI dan kementrian terkait lainnya, sehingga perlu anggaran.
Permintaan penambahan anggaran karena yang tersedia untuk pembahasan 15 qanun yang masih setengah jalan, sudah habis dan ini sebenarnya yang menjadi masalah, kata Azhari Cage.
Dia mencontohkan, Komisi I DPRA baru-baru ini membentuk Panwaslih Aceh, termasuk membahas tata kerja Panwaslih dengan Bawaslu RI. “Kita diundang ke Jakarta dan wajib datang untuk bahas rancangan Peraturan Bawaslu agar sesuai regulasi di Aceh, ini kan memerlukan anggaran,” kataya.
Politisi Partai Aceh berharap jangan hanya DPRA saja yang disorot soal anggaran, tetapi kinerja gubernur, kepala dinas ikut dikawal. Seperti kepala dinas keuangan yang ke Hongkong beberapa waktu lalu, itu kan perlu diselidiki, kenapa tidak diberitakan dan didemo,” kata Azhari Cage.[](tyb)
Laporan Ramadhan



