SIMEULUE – Badai melanda wilayah Kabupaten Simeulue, Selasa 28 Januari 2020, menenggelamkan satu bagan ikan dan menghanyutkan sejumlah nelayan yang sedang melaut. Puluhan warga dievakuasi dari salah satu pulau terdepan NKRI.

Bagan ikan yang tenggelam dihantam badai pada saat itu sedang beroperasi di kawasan perairan laut Kecamatan Simeulue Timur. Seorang nelayan, Syahril (45), sempat hanyut dan tenggelam yang kemudian ditemukan kapal ikan nelayan asal Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Syahril lalu diserahkan kepada Syahrial, nelayan asal Kolok, Kuta Batu, Kecamatan Simeulue Timur, sekitar pukul 14:00 WIB, Rabu 29 Januari 2020.

“Saya sedang memancing di daerah perairan laut Labuhan Bajau, Teupah Selatan. Sekitar satu jam perjalanan dari daratan Labuhan Bajau, arah ke pulau Lasia. Ada kapal ikan nelayan dari Meulaboh, lalu meminta bantu untuk mengantar Pak Syahril, rupanya dia sedang dicari oleh SAR, lalu saya telepon orang SAR,” kata Syahrial.

Sebelumnya Syahril dilaporkan hilang ke Pos Basarnas Simeulue, dilanjutkan upaya pencarian tim SAR gabungan, hingga mencapai perairan Pulau Banyak Aceh Singkil. 

Terkait telah ditemukan nelayan tersebut dibenarkan Liza Irwansyah, Koodinator Pos (Korpos) Basarnas Simeulue, kepada portalsatu.com/, Rabu 29 Januari 2020.

“Laporan kita terima kemarin, kemudian operasi pencarian kita gelar hingga mencapai perairan laut pulau banyak, dengan melibatkan unsur TNI AL, TNI AD, Polri, BPBD, Satgas SAR dan masyarakat. Korban ditemukan oleh nelayan lainnya dengan kondisi selamat dan lemah. Dia telah kita serahkan kepada pihak keluarganya,” kata Liza

Sedangkan empat nelayan lainnya yang merupakan warga Kecamatan Teupah Barat, Afriyal (44), Samsul Bahri (36), Mansari (50) dan Gimin (35), juga berjuang di tengah badai yang menghanyut mereka bersama perahunya. Mereka  kemudian berhasil pulang dengan selamat, setelah badai reda dan tiba di daratan pulau Simeulue, Rabu 29 Januari 2020.

Hal itu dijelaskan Misrahudin, Camat Teupah Barat kepada portalsatu.com/, Rabu 29 Januari 2020. "Alhamdulillah, empat nelayan kita sudah kembali dengan selamat tanpa cedera. Saat kejadian mereka sedang memancing dil aut dan kemudian dihantam badai kemarin, sehingga mereka hanyut, karena tidak kunjung pulang sesuai jadwal maka sempat kita cari bersama masyarakat," katanya.

(Warga yang terjebak di pulau Simeulue Cut, salah satu pulau terdepan NKRI di Kabupaten Simeulue, berhasil dievakuasi, Rabu 29 Januari 2020, dinihari. Foto istimewa)

Sementara itu, sebanyak 26 warga Kecamatan Simeulue Cut, juga terjebak di pulau Simeulue Cut, salah satu pulau terdepan NKRI. Wara yang terjebak itu lalu dievakuasi oleh tim TNI AL dini hari, Rabu 29 Januari 2020.

Hal itu disampaikan Komanda Pos TNI AL Simeulue Tengah, Peltu Heriyanto, kepada portalsatu.com/, Rabu 29 Januari 2020. "Sudah kita evakuasi puluhan warga yang terjebak di pulau terdepan NKRI. Mereka tidak bisa menyeberang lagi karena ada badai, setelah badai reda dan cuaca aman, langsung kita evakuasi semalam," katanya.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simeulue merilis kondisi cuaca ekstrem disertai badai, yang terjadi pada Selasa 28 Januari 2020, pukul 14.30 WIB dengan kecepatan  angin 9.3 kilometer perjam, menyebabkan sejumlah nelayan sempat hanyut dan warga terjebak di pulau terdepan NKRI.[]

Penulis: Egar Shabara