MEUREUDU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) menyelenggarakan sosialisasi Pembauran Kebangsaan di Aula Kementerian Agama Kabupaten Pijay, di Meureudu, Selasa, 6 Agustus 2019.
“Dengan Sosialisasi Pembauran Kebangsaan Kita Harapkan Masyarakat dapat Memahami, Menghormati dan Menghargai Keanekaragaman dengan Semangat Kebhinnekaan” demikian tema kegiatan tersebut yang diikuti 50 peserta terdiri dari Camat, Geuchik, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda.
Kegiatan sosialisasi ini dibuka Bupati Pidie Jaya diwakili Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pidie Jaya, Drs. A. Jalil, M.Pd. Dalam sambutan tertulisnya Bupati mengapresiasi Pemerintah Aceh melalui Badan Kesbangpol Aceh yang telah menyelenggarakan sosialisasi Pembauran Kebangsaan di Kabupaten Pidie Jaya.
“Forum Pembauran Kebangsaan merupakan wadah komunikasi dan kosultasi antaranggota masyarakat untuk membicarakan hal-hal atau permasalahan yang sedang terjadi dan dapat berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan. Dengan adanya pertemuan seperti ini diharapkan permasalahan-permasalahan yang terjadi di masyarakat dapat didiskusikan untuk dapat diselesaikan secara bersama-sama,” ujarnya.
Sementara Kepala Badan Kesbangpol Aceh dalam sambutan tertulisnya dibacakan Kepala Sub Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Dra. Ainol Marliah mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Badan Kesbangpol yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini. Dia menyampaikan bahwa Kesbangpol Aceh akan terus melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini dan memantau perkembangan situasi dan kondisi sosial masyarakat untuk terus menjaga perdamaian yang telah tercipta di Bumi Serambi Mekkah.
“Jika ada isu-isu terkait konflik antarsuku, etnis maupun permasalahan lainnya diharapkan dapat dilaporkan kepada kami, baik melalui Badan Kesbangpol Aceh maupun Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Aceh pada kontak yang telah tertulis dalam brosur yang telah dibagikan oleh panitia. Kami berharap tidak pernah terjadi konflik apapun lagi di Aceh, karena kita sudah merasakan konflik yang sangat panjang selama lebih kurang 30 tahun di masa lalu dan dampaknya begitu menyedihkan,” ujarnya.
Akhir-akhir ini, lanjut dia, kualitas persatuan dan kesatuan bangsa mulai menurun. “Hal ini bisa kita saksikan di berbagai media. Kita berharap gesekan tersebut tidak sampai ke Aceh. Pembauran Kebangsaan sangat diperlukan untuk meningkatkan kebersamaan kita dalam menyelesaikan permasalahan sosial,” tuturnya.
Materi dan pemateri sosialisasi Pembauran Kebangsaan di Kabupaten Pidie Jaya adalah “Pembauran Kebangsaan sebagai langkah menciptalkan Perdamaian” oleh Dra. Naimah Hasan, M.A., Anggota FPK Aceh. “Pembauran dan Tanggungjawab dalam Kehidupan Berbangsa” oleh Dra. Lailisma Sofyati, Anggota FPK Aceh. “Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam Pembauran Kebangsaan” oleh Drs. A. Jalil, M.Pd., Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pidie Jaya.[](adv)



