LHOKSUKON – Masyarakat meminta pemerintah memperbaiki tanggul jebol di kawasan Gampong Meunasah Krueng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. Pasalnya, tanggul itu sudah jebol sejak tahun 2013, namun hingga kini terabaikan.

“Bagaimana mungkin bisa mencegah banjir, sedangkan tanggul jebol sejak 2013 saja belum diperbaiki. Di gampong kami ada dua titik tanggul jebol, namun yang runtuh mencapai 150 meter di satu titik,” kata Geuchik Gampong Meunasah Krueng, Musliadi ditemui portalsatu.com, Selasa, 9 Februari 2016.

Musliadi dan warganya berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul jebol tersebut, seperti yang dilakukan di KM VII Lhoksukon.

“Saat ini warga korban banjir yang mengungsi sudah kembali pulang untuk membersihkan rumah masing-masing. Namun untuk dapur umum masih aktif karena warga belum bisa memasak di rumah. Jika hujan lebat turun, besar kemungkinan banjir akan bertambah lagi karena air sungai akan meluap dari tanggul jebol itu,” ujarnya.

Ridwan, Tuha Peut Gampong Dayah, KM VI Lhoksukon menambahkan, selama tanggul jebol di KM V belum diperbaiki, banjir akan selalu melanda kawasan itu.

“Air sungai meluap dari tanggul jebol lama yang belum diperbaiki, diperparah dengan titik jebol yang baru. Kami minta pemerintah tanggap dengan permasalahan ini, jangan sampai menunggu banjir besar seperti akhir 2014 lalu,” kata Ridwan.[] (idg)