SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam melalui Baitul Mal setempat menyerahkan zakat senif fisabilillah dan ibnu sabil total Rp 620 juta kepada 1.510 penerima.
Penyerahan zakat tersebut diserahkan Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, S.E secara simbolis di Dayah Ad-Darajat Penanggalan, bertepatan Hari Jadi ke-59 Subulussalam, Selasa, 14 September 2021 kemarin.
Ketua Baitul Mal Subulussalam, Ustadz Sabaruddin, S. Pd. I mengatakan penerima zakat senif fisabilillah terdiri dari para guru berdomisili dalam dayah, guru balai pengajian, TPA dan pengajian malam hari. Seluruhnya berjumlah 640 orang masing-masing menerima Rp 250 ribu.
Sedangkan penerima zakat senif Ibnu sabil meliputi para Hafidz Al-Qur'an yang telah lulus seleksi Baitul Mal Kota Subulussalam berjumlah 70 orang. Kategori hafidz 5 juz Rp 1,5 juta, kategori 10 juz Rp 2 juta dan kategori 20-30 juz Rp2,5 juta.
"Penyerahan dilakukan secara simbolis di pusatkan di Dayah Ad-Darajat kemarin," kata Ketua Baitul Mal Kota Subulussalam, Ustadz Sabaruddin didampingi Sekretaris M. Amrin Cibro, S. Sos,. M.M, kepada portalsatu.com/, Rabu, 15 September 2021.
Selain itu, kata Ustadz Sabaruddin, kategori senif Ibnu sabil juga diarahkan kepada santri yang mondok di luar daerah berjumlah 400 orang. Sedang santri yang mondok dalam daerah yang menunggak uang makan atau SPP juga sebanyak 400 orang. Mereka masing-masing menerima Rp 400 ribu.
"Para pimpinan dayah adalah ulama yang fatwanya sangat didengar dan berpengaruh di masyarakat, jika mereka diseru untuk menyalurkan semua penghasilannya yang sudah sampai nishab ke Baitul Mal, tentu pendapatan semakin meningkat dan manfaatnya akan lebih terasa bagi pesantren dan balai pengajian atau TPA," ungkap Ustadz Sabaruddin menambahkan.
Sebelumnya Wali Kota Affan Alfian Bintang dalam acara penyerahan secara simbolis kemarin, mengimbau agar masyarakat yang sudah masuk kategori muzakki/penghasilan sudah sampai nishab supaya menyalurkan zakat ke Baitul Mal Kota Subulussalam.
"Masih banyak kita temui masyarakat menyalurkan zakatnya sendiri-sendiri, hal yang demikian tentu tidak efektif, padahal kita punya lembaga resmi yang berwenang mengelola harta zakat dan infak," kata Walkot Bintang.
Bintang mengapresiasi kerja Baitul Mal sembari mengharapkan agar amanah umat ini dikelola secara jujur dan terbuka untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan meningkatkan penerimaan zakat Baitul Mal ke depannya.[]






