LHOKSEUMAWE – Pengusaha muda, Lukman Ali selaku Owner Hijrah Store yang berjuang di bidang kosmetik menyerahkan zakat mal senilai Rp20 juta kepada Baitul Mal Kota (BMK) Lhokseumawe.

Penyerahan zakat itu secara simbolis diterima Ketua Badan BMK Lhokseumawe, Dr. Damanhur Abbas, Lc., M.A., didampingi Komisioner BMK Sirajul Munir, di Sekretariat BMK, Selasa, 19 Agustus 2025.

Damanhur Abbas dalam keterangannya, Rabu, 20 Agustus 2025, mengatakan sejumlah pengusaha mulai menyetor zakat serta infak ke BMK Lhokseumawe. Menurut dia, hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat khususnya pengusaha terhadap lembaga pengelola zakat itu semakin baik.

Damanhur menjelaskan zakat yang diterima dari para pengusaha akan segera disalurkan kepada mustahik di Kota Lhokseumawe. “Dan dipertanggungjawabkan secara transparan kepada penyetor zakat (muzakki) dan juga masyarakat”.

Damanhur menyebut sejak dilantik menjadi badan BMK pada akhir Maret 2025, pihaknya gencar mensosialisasikan kepada masyarakat luas terutama para pengusaha mengenai kebaikan menyetorkan zakat dan infak di lembaga Baitul Mal.

“Alhamdulillah, kita menerima zakat mal dari Bapak Lukman Ali selaku pemilik toko Hijrah Store, usahanya di bidang kosmetik. Sebelumnya ada juga dari Rumah Sakit Umum Arun Lhokseumawe, pengusaha ritel, dan lainnya. Semoga ke depan semakin banyak pengusaha mengamanahkan zakatnya di BMK Lhokseumawe,” kata Damanhur.

Menurut Damanhur, penyaluran zakat secara transparan serta tepat sasaran menjadi modal utama pihaknya untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap BMK Lhokseumawe. “Diharapkan semakin banyak zakat dan infak terhimpun, dan semakin banyak masyarakat atau mustahik terbantu”.

Damanhur menyerukan pengusaha yang menyetor zakat di BMK juga dapat merekomendasikan masyarakat lingkungan untuk disalurkan zakatnya oleh Baitul Mal. “Karena dalam kajian turats Islam skala prioritas distribusi zakat adalah masyarakat tempatan di mana mencari nafkah. Namun demikian, masih banyak pengusaha yang mencari nafkah di Lhokseumawe menyalurkan zakatnya ke kampung halaman”.

“Ini mungkin disebabkan tingkat kepercayaan kepada lembaga yang masih minim atau kurangnya sosialisasi dalam menjemput bola,” ungkap Damanhur.

Lukman Ali mengatakan sebelumnya ia dan manajemen Hijrah Store menyalurkan langsung zakat penghasilan dari usaha penjualan kosmetik kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan.

“Dulu saya bagikan sendiri, dan sangat merepotkan. Namun, berkat sosialisasi dari Ustaz Damanhur dan BMK, saya putuskan mulai sekarang sampai ke depan zakat kami setor ke Baitul Mal Kota Lhokseumawe, karena banyak kemudahannya,” ucap Lukman.[]