SUBULUSSALAM – Wali Kota Subulussalam, H. Merah Sakti membuka simbol baju adat yang menyerupai pohon beringin di baju adat Kota Subulussalam.

Merah Sakti mengenakan baju adat saat menghadiri upacara peringatan hari jadi ke-55 Subulussalam di Lapangan Sada Kata, Kamis, 14 September 2017. Selain Merah Sakti, Wakil Wali Kota Salmaza juga melepas bordir pohon beringin warna putih yang terdapat di baju adat Subulussalam.

“Sudah saya copot,” kata Merah Sakti sambil menunjuk ke dada sebelah kanan letak simbol pohon beringin yang sudah dicopot digantikan dengan pin wali kota.

Kalimat itu diucapkan Merah Sakti saat panitia hari jadi menyambut kedatangan unsur muspida ke lokasi upacara.

Sementara itu, Ketua DPRK Hariansyah hadir mengenakan baju batik Kota Subulussalam. Danrem 012/TU, Kolonel Inf. Nefra Firdaus, juga terlihat hadir dalam rombongan itu.

Saat menuju ke tribun kehormatan, Wali Kota Merah Sakti disambut Asisten II dan III Setda Subulussalam, Masri dan Hj. Rahmiati. Keduanya memakai baju adat yang masih ada simbol pohon beringin.

Wah masih ada, ya,” kata Merah Sakti sambil menunjuk ke arah dua pejabat itu.

“Nanti dicopot, Pak,” jawab Rahmiati.

Sebelum memulai pidato, Merah Sakti mengklarifikasi terkait polemik baju adat Kota Subulussalam yang sempat heboh dibicarakan di media sosial.

“Perlu saya luruskan, di sana itu Cerana (tempat pepinangan),  bukan lambang partai, tidak ada pesan-pesan sponsor. Saya tadi malam saya buka bordirnya. MAA segera revisi baju adat tersebut, jangan ada kesan mirip dengan lambang partai saya,” tegas Merah Sakti.[] (*sar)