Kamis, Juli 25, 2024

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...

Spanduk Dukungan Bustami Maju...

LHOKSEUMAWE - Sejumlah spanduk berisi dukungan kepada Bustami Hamzah untuk mencalonkan diri sebagai...

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...
BerandaBakamla Tangkap Kapal...

Bakamla Tangkap Kapal Berbendera Thailand dan Malaysia di Selat Malaka

Jakarta – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) menangkap sebuah kapal asing di perairan Selat Malaka, Aceh. Kapal kayu itu berbendera ganda, yaitu Thailand dan Malaysia.

Plt. Kepala Biro Umum Sekretariat Utama Bakamla RI Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet mengatakan, kapal asing itu berhasil ditangkap saat kapal KAL Tarihu milik Bakamla sedang berpatroli di perairan Selat Malaka, Rabu (18/5/2016) tengah malam.

“Selain melakukan kesalahan berbendera ganda, kapal kayu yang memiliki bobot 45 GT itu didapati sedang berlayar dengan tidak menghidupkan lampu pada posisi 04 30 60 U / 098 17 50 T dengan laju kapal 9 knot,” kata Suradi dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikcom, Kamis (19/6/2016).

Saat patroli itu, Suradi menjelaskan, jarak antara KAL Tarihu dengan kapal asing yang mematikan lampu itu sekitar 2 NM, masih dapat dilihat dengan mata telanjang tau tanpa alat bantu pandang. 

“Dan tanpa ragu serta dengan kesiap-siagaan penuh, Komandan KAL Tarihu Mayor Laut (P) Yudho MA mengejar kapal tanpa lampu dan berhasil mencegat dan memerintahkan kepada nakhoda untuk menyalakan lampu kapal, namun tidak juga dinyalakan,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Suradi, dilakukan penghentian terhadap kapal yang diketahui bernama KM Tuna itu. Seluruh ABK diperintahkan untuk berkumpul di haluan. Anggota Bakamla memeriksa kapal tersebut.

“Dari pemeriksaan, diketahui bahwa nama kapal adalah KM. TUNA berbobot 45 GT yang dinakhodai Nasrul berkebangsaan Indonesia juga 7 ABK berkebangsaan Indonesia,” paparnya. 

Selain itu, kata Suradi, kapal itu juga tidak dilengkapi dokumen apapun. Meskipun tanpa muatan, didapati bendera Thailand dan Malaysia serta sejumlah mata uang asing di dalamnya.

“Saat ini kapal KM TUNA berbobot 45 GT digiring ke Lanal Lhokseumawe untuk dilakukan pemeriksaan lanjut,” tutupnya.[] Sumber: detik.com

Baca juga: