LHOKSEUMAWE – Gema Ramadhan 1439 H di Balai Pendidikan Babussalam Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe resmi dibuka usai shalat Shubuh berjamaah di balai setempat, Kamis, 17 Mei 2018. Kegiatan diikuti sebanyak 40 santriwan dan santriwati di wilayah Kota Lhokseumawe ini diagendakan akan berlangsung selama 25 hari dalam bulan Ramadhan sejak 17 Mei hingga 10 Juni 2018.

Pimpinan Balai Pendidikan Babussalam, Tgk. Muslim Mubarak, S.Kep., mengatakan, program harian Gema Ramadhan akan berlangsung mulai shalat Shubuh hingga shalat Zhuhur. Selama 25 hari itu seluruh santri akan mengikuti program Tahsinul Qur’an, Tahfidzul Qur’an, Tarjamah Lafdhiyah, Rihlatul Qur’an, dan kajian Islam.

Tgk. Muslim Mubarak berharap program ini diharapkan akan mampu melahirkan generasi qur’ani di wilayah Kota Lhokseumawe. Sebab, menurutnya, kondisi sosial anak-anak dan kalangan remaja saat ini sangat membutuhkan sentuhan-sentuhan agama untuk mencegah mereka terlibat dalam pergaulan bebas dan perbuatan merusak yang dapat mengganggu cita-cita dan masa depan mereka kelak.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian Balai Pendidikan Babussalam untuk mencerdaskan generasi masa depan di Lhokseumawe, mereka butuh kepedulian kita biar dapat menghindari perilaku maksiat, lebih-lebih maksiat di bulan suci Ramadhan” ujar Tgk. Muslim Mubarak, didampingi Tgk. Adnan Yahya.

 Tgk. Muslim menambahkan, Gema Ramadhan 1439 H ini merupakan program perdana dalam bulan Ramadhan yang diselenggarakan Balai Pendidikan Babussalam. Ia berharap kegiatan ini akan terus berlanjut di bulan-bulan Ramadhan mendatang. “Ini program perdana kita di bulan suci Ramadhan, tapi program pendidikan di luar Ramadhan tetap berjalan mulai sore hingga malam hari. Sedangkan ini sebenarnya program pengganti dari program biasanya yang kita liburkan selama Ramadhan,” ujarnya.

Raihanur, salah satu santri mengaku senang bisa mengikuti program Gema Ramadhan Balai Pendidikan Babussalam. Dia akan memiliki waktu intens untuk mengulang kembali (muraja’ah) hafalannya selama ini. “Kesempatan emas bagi saya untuk muraja’ah hafalan saya, biar hafalan saya terus terjaga dan tidak akan hilang, karena kalau hafalan tidak saya muraja’ah maka hafalan saya akan hilang,” ujar siswi salah satu SMA di Kota Lhokseumawe.[](rel)