IDI RAYEK – Jalan lintas nasional Medan-Banda Aceh umumnya digunakan sebagai sarana transportasi darat. Namun beda halnya di wilayah Gampong Peulalu, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur. Jalan negara di kawasan tersebut kerap beralih fungsi menjadi arena balap liar oleh sekumpulan pemuda pada malam-malam tertentu. 

“Asai ka malam Minggu, ka troh ngon honda (sepeda motor-red), seandai mate droe ih bak ibalap hana pue. Nyoe tanyoe yang jak bak jalan sengap teuh,” ujar salah satu sumber yang enggan menyebut namanya kepada portalsatu.com, Minggu, 10 April 2016.

Dia mengaku bersama mayarakat lain pernah menegur sekolompok pemuda yang hendak melakukan balap liar di lokasi tersebut. Namun tegurannya itu tidak digubris.

“Ka lheuh ta peugah hana ji pateh, lage ta peugah bak tameh,” katanya.

Sementara itu Kapolres Aceh Timur AKBP Hendri Budiman melalui Kapolsek Kecamatan Simpang Ulim AKP Muhammad Daud membenarkan adanya laporan aksi balap liar dalam wilayah hukumnya.

“Memang benar ada laporan tersebut kepada kita, dalam hal ini juga kita akan tanggapi secara serius agar aksi balap liar itu tidak ada lagi di wilayah kita,” kata Kapolsek Daud.

Daud mengatakan petugas sedang menyelidiki masalah ini dalam beberapa pekan terakhir.

“Dalam minggu ini tim pernah kita kerahkan ke lapangan. Mungkin mereka telah mengatahui kami akan datang sehingga sampai saat ini belum ada pelaku yang kita dapatkan,” kata AKP Muhammad Daud, seraya menambahkan akan menindak tegas pelaku balapan liar.[](bna)