JAKARTA – Banda Aceh kembali masuk nominasi penerima penghargaan Adipura yang dibuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Saat ini penilaian Adipura 2016 sudah memasuki tahap presentasi dan wawancara kepala daerah calon penerima penghargaan.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal kemarin mempresentasikan visi, misi dan program kerja Pemko Banda Aceh terkait kebersihan dan pengelolaan lingkungan kota di depan Dewan Pertimbangan Adipura di Jakarta, Selasa, 14 Juni 2016.

Melalui siaran pers yang diterima hari ini, Rabu, 15 Juni 2016 Illiza menjelaskan, dirinya didampingi Kadis Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh Jalaluddin. Kemudian mengikuti sesi wawancara dengan Ketua dan Anggota DPA serta para Tenaga Ahli Persampahan dan Pemasaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Penentuan pemenang penghargan Adipura 2016 diyakini akan lebih ketat karena tim penilai menambah dua kategori penilaian yakni tutupan vegetasi dan persoalan pertambangan. Kategori penilaian lainnya yakni pengeloaan TPA, sistem daur ulang sampah, penghijauan, kebersihan drainase, hutan kota dan kebersihan di area umum dan perkantoran,” kata Illiza.

Di samping itu katanya, ada juga penilaian non fisik seperti sisi manajemen pemerintahan dalam pengelolaan kualitas air, pesisir, pariwisata, dan lainnya. Ditambah lagi adanya ketentuan polling atau survei langsung ke masyarakat. 

Pada kesempatan itu Illiza mempresentasikan Banda Aceh Go Green and Clean, yang menjadi bagian dari komitmen Pemko Banda Aceh dalam meningkatkan kualitas lingkungan menuju kota berkelanjutan.[](ihn)