Banda Aceh – Kota Banda Aceh resmi menjadi tuan rumah Rapat Kerja Komisariat Wilayah I (Raker Komwil I) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 yang diikuti 126 peserta dari 21 kota. Kegiatan ini berlangsung pada 20–22 April 2026 dengan rangkaian agenda yang berfokus pada penguatan kolaborasi antar pemerintah kota.
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan dibuka dengan welcome dinner di Balai Meuseuraya Aceh pada Minggu malam. Acara tersebut menjadi ajang silaturahmi awal sekaligus penguatan kolaborasi sebelum agenda utama dimulai.
“Momentum ini menjadi ruang silaturahmi dan kolaborasi sebelum kita memulai rangkaian kegiatan utama,” ujar Illiza.
Pada hari pertama kegiatan, Senin (20/4/2026), agenda Raker Komwil I APEKSI dipusatkan di Hotel Hermes Palace Banda Aceh, yang dilanjutkan dengan city tour ke sejumlah lokasi bersejarah, yakni Museum Aceh, Museum Tsunami Aceh, serta Kapal PLTD Apung.
Pada siang harinya, kegiatan dilanjutkan dengan fashion show yang melibatkan istri para wali kota di Pendopo Wali Kota Banda Aceh. Sementara pada malam hari, para delegasi menghadiri pembukaan City Expo di Lapangan Blang Padang.
Memasuki hari kedua, Selasa (21/4/2026), para peserta mengikuti kegiatan penanaman pohon di Taman Hutan Kota Tibang sebagai bagian dari agenda lingkungan. Setelah itu, rombongan melanjutkan kunjungan kebencanaan dari Banda Aceh menuju Kabupaten Pidie Jaya untuk melihat langsung upaya penanganan dan mitigasi bencana.
Agenda ditutup pada Rabu (22/4/2026) dengan Seminar Banda Aceh Academy (BAA) Talks di AAC Dayan Dawood, yang menghadirkan lima kepala daerah serta Menteri Dalam Negeri dengan mengusung tema “Leading Regions, Shaping Indonesia’s Future”.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Raker Komwil I APEKSI 2026 diharapkan memperkuat peran pemerintah kota sebagai motor pembangunan nasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui jejaring kerja sama yang lebih luas.
Selain itu, penyelenggaraan kegiatan ini juga menjadi momentum bagi Banda Aceh untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah agenda nasional, serta memperkuat citra sebagai kota yang terbuka, progresif, dan berdaya saing. [adv]




