BANDA ACEH — Di jantung Kota Banda Aceh, berdiri megah sebuah simbol peradaban Islam yang tak hanya menjadi kebanggaan rakyat Aceh, tetapi juga saksi bisu perjalanan sejarah panjang Tanah Rencong. Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar tempat ibadah, melainkan lambang keteguhan iman, kejayaan kerajaan Aceh, hingga ketahanan masyarakat menghadapi bencana terbesar dalam sejarah modern.
Masjid yang pertama kali dibangun pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1607–1636 M ini lahir ketika Kesultanan Aceh berada di puncak kejayaan. Pada masa itu, Aceh dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan, pendidikan Islam, dan diplomasi terpenting di Asia Tenggara. Di tengah kemegahan kerajaan tersebut, Masjid Raya Baiturrahman hadir sebagai pusat spiritual sekaligus simbol kekuatan peradaban Islam Aceh.
Bangunan awal masjid berbentuk persegi dan didominasi material kayu dengan atap piramida berjenjang empat menyerupai atap meru. Arsitektur khas Nusantara itu dipadukan dengan nuansa religius yang kuat. Di sekelilingnya berdiri beberapa lapis benteng yang menandakan pentingnya masjid ini, bukan hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga bagian dari pertahanan kerajaan.
Perjalanan sejarah kemudian membawa Masjid Raya Baiturrahman melewati berbagai fase pembangunan dan renovasi. Pada tahun 1889, masjid ini dibangun kembali dengan gaya arsitektur Mughal yang megah dan artistik.
Kubah hitam besar yang berdiri di tengah Kota Kutaraja kala itu menjadi penanda baru wajah Aceh yang modern namun tetap religius. Pada masa awal pembangunan bergaya Mughal tersebut, masjid hanya memiliki satu kubah utama.
Seiring bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat, pada tahun 1935 dilakukan perluasan dengan menambahkan dua kubah di sisi kiri dan kanan masjid sehingga jumlahnya menjadi tiga kubah. Renovasi itu memperlihatkan bagaimana Masjid Raya Baiturrahman terus tumbuh bersama denyut kehidupan masyarakat Aceh.
Pasca kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, Aceh semakin dikenal dunia melalui sektor perdagangan, pertanian, pendidikan, dan hubungan internasional. Pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat membuat Masjid Raya Baiturrahman kembali diperluas pada tahun 1957 menjadi lima kubah. Kemegahan masjid pun semakin terlihat dengan perpaduan arsitektur klasik, elegan, dan religius yang memikat perhatian para tamu dari berbagai negara.
Dalam rentang tahun 1957 hingga 1991, masjid ini menjadi salah satu ikon utama Aceh yang kerap dikunjungi tokoh nasional maupun pemimpin dunia. Dari sinilah berbagai hubungan kerja sama dan diplomasi turut terjalin, menjadikan Aceh semakin dikenal di tingkat internasional.
Renovasi besar kembali dilakukan pada tahun 1991 dengan penambahan kubah dan menara. Sejak saat itu, Masjid Raya Baiturrahman memiliki tujuh kubah dan beberapa menara megah yang menjulang di langit Banda Aceh. Kemegahannya semakin lengkap dengan halaman luas, payung elektrik raksasa, serta kolam air yang menambah kesejukan suasana.
Namun, dari seluruh perjalanan panjangnya, salah satu momen paling membekas dalam sejarah masjid ini terjadi saat Gempa dan Tsunami Aceh 2004 melanda pada 26 Desember 2004. Ketika gelombang tsunami menghancurkan sebagian besar wilayah Aceh dan merenggut ratusan ribu jiwa, Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri kokoh.
Bangunan ini menjadi tempat perlindungan bagi banyak warga yang selamat dari amukan air laut. Kubah hitamnya yang tetap tegak di tengah kehancuran kemudian menjadi simbol harapan dan keteguhan masyarakat Aceh di mata dunia.

Keistimewaan masjid ini juga terletak pada detail arsitektur dan elemen bangunannya yang masih mempertahankan keaslian sejak masa pra-kemerdekaan. Kerawang pintu yang terbuat dari lempengan emas dan tembaga, tiang-tiang kecil dengan lapisan asli, hingga ornamen dinding dan jendela berbentuk roda menjadi bagian dari kekayaan seni arsitektur Islam yang sangat bernilai.
Bagian dalam kubah menjadi salah satu keajaiban tersendiri. Rangka kayu asli yang tersusun rapi memperlihatkan kecanggihan teknik konstruksi masa lampau. Semua elemen itu menjadikan Masjid Raya Baiturrahman sebagai salah satu bangunan cagar budaya paling berharga di Indonesia.
Hingga hari ini, Masjid Raya Baiturrahman tetap menjadi pusat kehidupan masyarakat Aceh. Selain digunakan untuk shalat berjamaah, masjid ini juga menjadi tempat pengajian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tahun Baru Islam 1 Muharram, Musabaqah Tilawatil Qur’an, hingga ruang berteduh bagi warga dan para musafir.
Masjid Raya Baiturrahman Bukti Sejarah Aceh
Masjid Raya Baiturrahman terus berdiri megah sebagai simbol sejarah, spiritualitas, dan kejayaan peradaban Islam di Tanah Rencong. Masjid yang menjadi ikon Kota Banda Aceh tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi saksi perjalanan panjang sejarah Aceh dari masa kesultanan, kolonialisme, hingga era modern.
Dikenal sebagai jantung religi masyarakat Aceh, Masjid Raya Baiturrahman memiliki arsitektur yang memadukan keindahan gaya Mughal, Timur Tengah, dan Eropa. Kubah hitam yang megah, menara menjulang, serta halaman luas dengan payung elektrik menjadikan masjid ini sebagai salah satu destinasi wisata religi paling terkenal di Indonesia.
“Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada masa Kesultanan Aceh dan memiliki hubungan erat dengan perkembangan syiar Islam di Nusantara. Dalam perjalanan sejarah, masjid ini juga menjadi simbol perjuangan rakyat Aceh saat menghadapi kolonial Belanda pada masa Perang Aceh,” kata Ketua Ikatan Agam Inong Aceh Teuku Muhammad Aidil, Minggu, 17 Mei 2026.
Keberadaan masjid tersebut semakin dikenal dunia ketika tetap berdiri kokoh saat bencana Gempa dan Tsunami Samudra Hindia 2004 melanda Aceh. Di tengah dahsyatnya tsunami, Masjid Raya Baiturrahman menjadi tempat perlindungan dan harapan bagi masyarakat yang selamat.
Kini, masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu terus menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, wisata religi, dan budaya.
“Setiap hari, ribuan jamaah dan wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara datang untuk beribadah sekaligus menikmati keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya,” ungkapnya. [ADV]








