BANDA ACEH – Asisten III Bidang Administrasi Pemerintahan Pemerintah Aceh Syahrul mengatakan, bandar narkoba dan koruptor adalah terorisme baru dalam masyarakat.
“Masyarakat harus sensitif untuk melaporkan apabila ada gerakan mencurigakan,” kata Syahrul, saat membuka Dialog Diseminasi Pedoman Peliputan Media Massa Pers Dalam Meliput Isu-Isu Terorisme yang digelar BNPT dan Kesbangpol dan Linmas Aceh di Hotel Mekkah, Banda Aceh, Kamis, 8 September 2016.
Untuk itu kata Syahrul, kepada organisasi kepemudaan seperti KNPI diminta untuk memantau dan menjaga generasi muda. (Baca: Para Pekerja Media Dibekali Pedoman Peliputan Isu Terorisme)
“Termasuk memantau diskusi-diskusi di kampus karena gerakan radikalisme paling mudah mempengaruhi generasi muda,” ujar Syahrul.
Acara ini turut dihadiri mantan Kepala Kesbangpol dan Linmas Aceh Nasir Zalba, budayawan Abdurrahman Kaoy dan sejumlah tokoh masyarakat.[](ihn)


