Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaInspirasiTeknoCakap Digital Kunci...

Cakap Digital Kunci Mengantisipasi Radikalisme

KARANGBARU – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Jumat, 17 September 2021 pukul 09.00 hingga 12.00, telah dilangsungkan Webinar bertajuk “Antisipasi Radikalisme Digital”.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.

“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.

Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa, siswa, guru, dan dosen di Aceh, dihadiri oleh sekitar 661 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya. Yakni Khairul Fahmi, S.IP., Direktur Eksekutif Institute for Security and Strategic Studies (ISESS); Lalu Azwin Hamdani, Praktisi Keamanan Media Digital (Founder Kicknews.today); Dr. Tengku Muhammad Sahudra, M.Pd., M.Si., Ketua Jurusan IPS Universitas Samudra; dan Rizki Maulana, S.Sos., M.SP., Wakil Ketua III STAI Aceh Tamiang. Andromeda Mercury sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya.

Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Iklima Agustina yang bertanya apa upaya nyata pemerintah dalam menanggulangi dan mencegah paham radikalisme dan terorisme di kalangan anak muda?

Narasumber Lalu Azwin Hamdani, menanggapi paham radikalisme sudah sangat menyebar baik di lingkungan pemuda dan dunia pendidikan. Upaya pemerintah yaitu hard approach yaitu pendekatan yang dilakukan secara keras, contohnya penangkapan, pencegahan, penyelidikan di dunia digital dengan memblokir konten. Sementara soft approach yang dilakukan dengan cara literasi digital.

Pada dunia Pendidikan, tenaga pendidik menjadi poros utama untuk mendidik anak-anak atau siswa penerus bangsa. Untuk dunia luar dilakukan dengan memperhatikan perubahan yang terjadi pada lingkungan anak-anak yang menurut kita patut dicurigai.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Tamiang. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril)

Baca juga: