TAKENGON – Tim dokter dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dilaporkan telah mengotopsi bangkai gajah tanpa gading di Dusun Payalah, Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Jumat, 21 Juli 2017. Tim menemukan segumpal daging yang diduga masih bersarang proyektil.

Dugaan itu menguat lantaran pada bagian permukaan ditemukan satu lobang berukuran peluru.

“Waktu kita tes pada bagian daging sampel itu, terdeteksi ada benda jenis logam,” kata Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, melalui selulernya, Jumat, 21 Juli 2017 malam.
 
BKSDA Aceh mencatat, kematian gajah kali ini merupakan kasus keempat yang terjadi di Aceh Tengah. Terhitung sejak 2010 hingga sekarang telah tercatat 47 ekor gajah mati di wilayah tersebut. Jumlah ini termasuk satu janin berusia 12 bulan.

Sementara itu, Kapolres Aceh Tengah melalui Kasat Reskrim AKP Fadil menjelaskan, hingga saat ini pihaknya terus mendalami kasus kematian satu ekor gajah tanpa gading. Sejauh ini, katanya, sejumlah saksi dan aparatur Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol turut dimintai keterangan.

Sebelumnya diberitakan, seekor Po Meurah ditemukan mati tanpa gading di perkebunan warga Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah. Lokasi penemuan bangkai gajah itu berkisar 100 meter dari pemukiman warga. 

Gajah dengan jenis kelamin jantan itu diperkirakan berumur 40 tahun. Kematian gajah itu juga diprediksi telah berlangsung selama tiga pekan. Pada bagian kepala bangkai po meurah tersebut juga dilaporkan adanya satu lubang yang diduga bekas tembakan.[]