LHOKSUKON – Sepuluh gampong di Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, masih terendam banjir, Jumat, 8 Desember 2017, siang. Volume air, Subuh tadi, bertambah dari sebelumnya. Bahkan, satu gampong terisolir karena ketinggian air di atas badan jalan mencapai 60 centimeter.

Pantauan portalsatu.com/ di lokasi, setiap gampong di kecamatan itu memiliki satu titik pengungsian dan dapur umum. Warga memilih mengungsi di musala. Sebagian warga ada yang tetap bertahan di rumah untuk tidur malam, tapi mereka memasak dan makan di dapur umum.

Di antaranya, enam gampong di Kemukiman Makmur, yait, Matang Ceubrek, Matang Teungoh, Matang Raya Blang Sialet, Cot Kupok, Pucok Alue Buket, dan Cot Paya. Banjir juga merendam Gampong Singgah Mata dan lainnya.

”Banjir sudah merendam gampong kami sejak 1 Desember lalu. Namun, Subuh tadi, airnya bertambah. Saya tidur di rumah dengan membuat balai tinggi di dalam rumah, tapi untuk memasak dan makan di dapur umum. Begitu juga sebagian warga lainnya,” ujar Mardiah, 56 tahun, ditemui portalsatu.com/ di dapur umum Gampong Singgah Mata.

Geuchik Lang Nibong, Kecamatan Baktiya Barat, Nazaruddin menyebutkan, di gampongnya terdapat 25 kepala keluarga (KK) yang mengungsi. Sepanjang 50 meter jalan terendam dengan ketinggian air berkisar 10 centimeter. “Ada 25 KK dengan 100 jiwa yang mengungsi, dari total 195 KK yang rumahnya terendam. Ketinggian air hari ini bertambah,” ucapnya.

Geuchik Matang Ceubrek, Rusli Aji di lokasi yang sama mengatakan, “Sudah tiga hari warga mengungsi di dua titik sebanyak 51 KK. Gampong kami terisolir, karena banjir merendam jalan dari berbagai sisi. Di satu titik, 400 meter jalan terendam dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter. Untuk sepeda motor sama sekali tidak bisa melintas”.

Geuchik Matang Raya Blang Sialet, Ziausyamsi menyebutkan, di gampongnya terrdapat 54 rumah yang terendam banjir. “Dari total 54 KK yang terendam, 28 KK di antaranya mengungsi ke musala, sedangkan lainnya bertahan di rumah masing-masing. Dapur umum sudah aktif sejak beberapa hari lalu,” ujar Ziausyamsi.[]