LHOKSUKON – Puluhan gampong dalam lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terendam banjir, Rabu, 3 Januari 2018. Selain ribuan rumah warga, banjir juga merendam puluhan hektare sawah dan beberapa ruas jalan. Ketinggian air antara 20 sentimeter hingga 1 meter.
Data diperoleh portalsatu.com/, di Kecamatan Matangkuli, banjir merendam 21 gampong, yaitu Gampong Lawang, Siren, Teungku Haji Muda, Meunye Pirak, Leubok Pirak, Ceubrek Pirak, Alue Thoe, Hagu, Meuria, Alue Euntok, Teumpok Barat, Tanjong Teungku Kari, Teungoh Seulemak, Mee, Baroe, Parang Sikureung, Tanjong Teungku Ali, Pintu, Tanjong Babah Krueng dan Gampong Blang.
Di Kecamatan Pirak Timu meliputi sembilan gampong, yaitu Alue Bungkoh, Trieng Krueng Kreh, Rayeuk Pange, Bungong, Meunasah Geulumpang, Meunasah Krueng, Beuracan Rata, Asan Krueng Kreh, dan Gampong Munthe VII.
Di Kecamatan Tanah Luas, banjir merendam empat gampong, yaitu Rayeuk Kuta, Tanjong Mesjid, Blang dan Serba Jaman Baroe.
Di Kecamatan Paya Bakong, puluhan rumah warga di Gampong Seulemak dan Gampong Jok terendam. Sementara di Kecamatan Lhoksukon, puluhan rumah warga di sepanjang jalan masuk menuju Kecamatan Matangkuli mulai tergenang.
“Air masuk ke pemukiman warga pukul 09.00 WIB tadi. Hingga pukul 12.30 WIB, ketinggian air sekitar 50 sentimeter atau selutut orang dewasa,” ujar Syarifuddin, warga Gampong Seulemak, Paya Bakong kepada portalsatu.com/ saat ditemui di lokasi banjir Kecamatan Matangkuli.
Sementara itu, M. Nasir, warga Gampong Hagu, Matangkuli saat ditemui secara terpisah mengatakan, “Air masuk ke rumah warga sejak dini hari tadi, sekitar pukul 00.15 WIB. Hingga saat ini ketinggian air terus bertambah dengan cepat. Banjir kali ini diakibatkan tingginya curah hujan di Kabupaten Bener Meriah, sehingga meluapnya beberapa sungai di Aceh Utara. Di antaranya Krueng Keuretoe dan Krueng Pirak.”
Azhar, anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Utara menyebutkan, hasil pantauan pihaknya, di Matangkuli terdapat 21 gampong yang terendam, terparah di kawasan Hagu dan Alue Thoe.
“Kita terus memantau perkembangan banjir di Matangkuli dan sekitarnya. Sejauh ini air terus bertambah. Warga sudah mengungsikan barang-barang rumahnya sejak dini hari tadi. Hingga saat ini, pukul 12.30 WIB, belum ada warga yang mengungsi,” pungkas Azhar.
Pantauan portalsatu.com/, beberapa sekolah di Kecamatan Matangkuli mulai terendam, terparah di SD Negeri 6 Gampong Hagu. Tidak terlihat aktivitas belajar, suasana sekolah tampak sepi.[]




