LHOKSUKON – Sejumlah gampông di jalan lintas Kecamatan Lhoksukon – Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara terendam banjir, Rabu, 4 Januari 2017. Banjir ikut merendam ratusan rumah, areal persawahan, dan sejumlah titik badan jalan.
Banjir kali ini terjadi akibat jebolnya tanggul di KM V Lhoksukon sehingga air sungai meluap. Sementara itu, di Gampông Geulumpang KM X banjir menyambangi pemukiman warga sejak Selasa, 3 Januari 2016 pukul 19.40 WIB.
“Semalam, tinggi air di atas badan jalan di atas lutut orang dewasa. Namun, sejak pukul 03.00 WIB tadi sudah surut. Di sini banjir bukan karena jebol tanggul, melainkan air sungai meluap karena sebagian tanggul rendah,” kata Nirwansyah, 28 tahun, warga Gampông Geulumpang KM X, saat ditemui portalsatu.com.
Menurutnya, tanggul itu baru selesai dikerjakan Oktober 2016 lalu, tetapi kembali turun.
“Baru dikerjakan sudah turun lagi, mungkin kondisi tanah kurang baik. Semalam, ketinggian air di rumah warga perbatasan KM X dan KM XI hampir mencapai 2 meter. Pukul 03.00 WIB tadi kami baru bisa tidur saat air surut,” jelasnya.
Pantauan di lokasi, kondisi terparah terjadi di KM IV, bahkan sepanjang 500 meter badan jalan ikut terendam. Selain itu, sejumlah ruas jalan di KM VI dan VII juga terendam.
Sejumlah sekolah juga terlihat sepi dan tidak ada aktivitas belajar mengajar, di antaranya SD Negeri 9 di KM VI, Kecamatan Lhoksukon.[] (*sar)



