Jumat, Juli 19, 2024

Rekomendasi HUDA Berisi 22...

BANDA ACEH - Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (PB HUDA) mengeluarkan rekomendasi...

Lebih 170 Bangunan Rusak...

ACEH UTARA - Sebanyak 173 bangunan dilaporkan rusak akibat diterjang badai (hujan deras...

Inilah Struktur Lengkap Kepengurusan...

BANDA ACEH - Ketua Umum Majelis Syuriah Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh...

Samsul Azhar Dilantik sebagai...

BANDA ACEH - Pj. Gubernur Aceh, Bustami Hamzah, melantik Samsul Azhar sebagai Pj....
BerandaNewsImam Mahdi: Sosok...

Imam Mahdi: Sosok Khalifah Tampan dan Adil, Benarkah? (IV)

IMAM Mahdi sebagai sosok misterius dan beliau akan turun suatu saat nantinya. Kitapun tidak mengetahui kapan waktu dan tanggal yang jelas tertulis dalam nash maupun lembaran para ulama terkait kemunculannya.

Biarpun demikian tidak sedikit nash syar’i yang menjelaskan ciri fisik Imam Mahdi. Dijelaskan beliau seorang yang tampan, mancung hidungnya dengan dahi lebar. Hal ini disebutkan dari Abu Sa’id Al Khudri, Nabi SAW bersabda: “Imam Mahdi adalah keturunanku. Dahinya lebar (atau rambut kepala bagian depannya tersingkap) dan hidungnya mancung.” (Abu Dawud (no. 4285). Mengomentari hadist di atas Syekh Al Qori’ mengatakan, “Hidung beliau tidaklah pesek karena bentuk hidung semacam ini kurang disukai.

Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa Imam Mahdi berasal dari Rasulullah SAW dengan bersandar kepada sabda beliau, berbunyi: “Dunia tidak akan lenyap atau tidak akan sirna hingga seseorang dari keluargaku menguasai bangsa Arab. Namanya sama dengan namaku.”

Mendukung penjelasan di atas Syekh Ibnu Katsir mengatakan, “Imam Mahdi akan muncul di akhir zaman. Saya mengira bahwa munculnya Imam Mahdi adalah sebelum turunnya Nabi ‘Isa, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang menyebutkan hal ini.”

Di samping itu di antara tugas Al-Mahdi adalah bahwa ia menebar keadilan dan melenyapkan kedzaliman serta ketidakadilan lainnya. Hal ini sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadits, bunyinya: “Memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezhaliman.” (HR. Abu Dawud ). Bahkan dalam hadist lain diungkapkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Akan datang pada umatku Al-Mahdi bila masanya pendek maka tujuh tahun, kalau tidak maka 9 tahun. Maka umatku pada masa itu diberi kenikmatan dengan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan yang semacam itu sama sekali. Mereka diberi rizki yang luas. Mereka tidak menyimpan sesuatu pun. Harta saat itu berlimpah sehingga seseorang bangkit dan mengatakan: ‘Wahai Mahdi, berilah aku.’ Diapun menjawab: ‘Ambillah’.” (Hasan, HR. Ibnu Majah no. 4083, Kitabul Fitan Bab Khurujul Mahdi,IV: 412)

Pada Imam Mahdi rezeki berlimpah ruah, tumbuhan menghasilkan buahan yang tidak sedikit bahkan pada masa itu para pemimpin berkuasa secara adil dan penuh keadilan. Fenomena semacam itu diungkapkan dalam kitab “Nihayah Fil Malahim” oleh Syekh Ibnu Kasir, bunyinya “Di masanya, buah-buahan banyak. Tanam-tanaman lebat, harta benda melimpah. Penguasa benar-benar berkuasa, agama menjadi tegak, musuh menjadi hina, kebaikan terwujud di masanya terus-menerus.” (kitab An-Nihayah Fil-Malahim 1/18, Program Maktabah Syamilah)

Argumen di atas disokong pula oleh hadist dalam riwayat Al-Hakim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Muncul di akhir umatku Al-Mahdi. Allah menyiramkan hujan, sehingga bumi mengeluarkan tanamannya. Ia membagi harta secara merata. Binatang ternak semakin banyak, umat pun menjadi besar. Ia hidup selama 7 atau 8 –yakni tahun–.” (HR. Al-Hakim, Kitabul Fitan wal Malahim no. 8737).[]

Baca juga: