BANDA ACEH – Bank Indonesia Perwakilan Aceh menyerahkan Bantuan Program Sosial Bank Indonesia (BSBI) kepada warga binaan rumah tahanan negara perempuan di Lhoknga, Aceh Besar, Senin 25 April 2016.

Pimpinan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh Ahmad Farid saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, BI punya kepedulian yang besar untuk pemberdayaan perempuan di Aceh, tidak terkecuali penghuni Lapas/Rutan yang kelak akan kembali ke masyarakat.

“Kami harapkan bantuan sosial ini betul-betul berguna bagi warga binaan lapas, supaya kelak ketika turun ke masyarakaat sudah punya keahlian,” kata Ahmad Farid dalam sambutannya.

Ahmad Farid juga meminta kepada warga Rutan/Lapas supaya betul-betul sadar untuk tidak berbuat kesalahan yang menyebabkan berada di Rutan.

“Warga Lapas bila bebas nanti kita harapkan tidak kembali lagi ke Lapas, tapi haarus menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah masing-masing,” demikian Ahmad Farid.

Bantuan yang disalurkan BI berupa 17 unit mesih jahit dan border, peralatan pembuatan kue. Sementara Persatuan Istri Pegawai BI ikut menyerahkan perlengkapan salat.

Rutan Lhoknga bersama Ikatan Ahli Boga (IKABOGA)  sejak 2015 telah menjalin kerja sama pelatihan membuat kue, menjahit, seni marhaban, dan tata rambut. Pada 2016 Rutan Lhonga kembali menjalin kerja sama dengan BI dan Ikaboga Aceh.

Hadir pada pembukaan acara tersebut  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh Suwandi, Wakil Kepala Kantor Kemenkumham Zulkifli, anggota DPR Aceh dan Ketua Ikaboga Aceh Hj. Ismaniar, SE, Ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah, dan para undangan lainnya.[]