Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsBarakah, Wanita Pertama...

Barakah, Wanita Pertama Asal Ethiopia yang Menyentuh Rasulullah

APAKAH Anda mengetahui tentang kisah wanita pertama yang menyentuh Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam sebelum orang lain? Dia adalah Barakah, seorang wanita asal Ethiopia. Saat itu, Barakah berusia 9 tahun saat menyentuh Rasulullah.

Dikutip dari About Islam, Jumat (28/2/2020), Barakah adalah orang pertama yang menggendong Rasulullah ketika lahir. Abdullah bin Abi Thalib merupakan sosok yang sangat dermawan. Dia mengadopsi Barakah. Abdullah bin Abi Thalib bersama istrinya Aminah mengasuh Barakah layaknya putri kandung.

Barakah diketahui sebagai anak yang periang dan optimis. Apa pun yang terjadi, Barakah selalu menafsirkannya dengan cara yang baik. Dan Aminah tidak menginginkan siapapun selain Barakah.

Barakah si wanita positif

Beberapa bulan kemudian Aminah hamil. Suatu malam dia bermimpi seolah-olah sinar matahari memancarkan cahaya yang keluar dari perutnya, menerangi kota Makkah sampai ke Irak. Ketika dia bangun, orang yang pertama ditemuinya bukanlah suaminya, melainkan Barakah.

“Oh Barakah, kemarilah. aku bermimpi ada cahaya yang keluar dari perutku, menerangi seluruh Mekah sampai ke Yathrib dan Irak. Bagaimana menurutmu? ” tanyanya kepada Barakah.

Barakah pun tersenyum dan meletakkan tangannya di bahu Aminah. “Ya Aminah, ini adalah tanda dari surga. Anda mengandung seseorang yang kelak akan menjadi orang terpenting,” jawabnya.

Menjelang kelahiran Rasulullah, Abdullah bin Abi Thalib meninggal dunia. Meninggalkan duka mendalam bagi sang istri. Ketika Nabi Muhammad lahir, Barakah lah yang menjadi bidan. Tak ada seorang pun selain mereka berdua.

Saat Rasulullah berusia 6 tahun, Amina menderita sakit keras. Sebelum Amina meninggal, dia berpesan kepada Barakah untuk menjadi ibu Rasulullah. Amina tidak bisa mempercayai siapapun selain Barakah. Aminah percaya bahwa Barakah bisa menjadi sosok ibu yang lebih baik dari dirinya.

Ketika Rasulullah dewasa dan menikahi Khadijah, Barakah pun menikah dengan seorang pria dan melahirkan seorang anak. Sayangnya, sang suami gugur di medan perang. Setelah itu, anak Barakah tinggal bersama Rasulullah.[]Sumber:okezone.com

Baca juga: