JAKARTA — Bank Indonesia memperkirakan inflasi pada bulan April 2020 sebesar 0,18 persen, lebih tinggi dari bulan sebelumnya. Penyumbang inflasi berasal dari komoditas bawang merah 0,12 persen, emas perhiasan 0,09 persen, jeruk 0,05 persen, gula pasir, 0,02 persen, air minum 0,02 persen, tempe, tahu mentah, beras dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen.
Sementara untuk komoditas utama yang menyumbang deflasi yaitu cabai merah -0,11 persen, daging ayam ras -0,08 persen, telur ayam ras, bawang putih, dan angkutan udara masing-masing -0,01 persen.
“Pantauan inflasi pada minggu IV April 2020 lebih rendah dibandingkan dengan minggu sebelumnya, terutama akibat masih turunnya harga cabai merah, daging ayam ras, bawang putih dan mulai turunnya harga jeruk. Sementara itu, sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga dari minggu sebelumnya yaitu bawang merah dan air minum kemasan,” jelas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko.
Onny menambahkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan.[**]


