BANDA ACEH – Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan tenaga medis melakukan pengawasan di perbatasan Aceh untuk mengantisipasi lonjakan pemudik masuk ke Aceh.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan, untuk menjalankan instruksi Presiden Jokowi dan Plt. Gubernur Aceh dalam mengawasi pemudik, pihaknya memperketat pengawasan perbatasan Aceh – Sumut, yakni di Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Subulussalam, dan Aceh Singkil.
Selain itu, petugas gabungan juga membangun pos check point di setiap perbatasan. Pos itu nantinya, kata Dicky, akan mendata pendatang yang masuk ke Aceh, juga pemudik. Hal ini merupakan sasaran Operasi Ketupat 2020.
“Sasaran Ops Ketupat 2020 adalah, larangan mudik bagi masyarakat untuk merayakan Idulfitri dengan menempatkan pos check point di perbatasan Aceh – Sumatera Utara yaitu wilayah Aceh Tamiang, Subulussalam, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil,” kata Dicky Sondani dalam keterangannya, Sabtu, 25 April 2020.
Sementara itu, jika pun ada pemudik yang tetap masuk ke Aceh, kata Dicky, pihak Polda Aceh dan Dinas Kesehatan akan mewajibkan pemudik itu untuk melakukan karantina secara mandiri 14 hari dan dilakukan rapid test.
“Kalau mereka masuk Aceh wajib karantina 14 hari. Dinas Kesehatan akan melakukan rapid test,” ujar Dicky.
Selain menempatkan petugas penjagaan, pihak Polda Aceh juga menempatkan pos keamanan di daerah rawan kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas di perbatasan.[]



