SINGKIL Mahira Dzikra, bayi warga Kampung Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, menderita penyakit bocor jantung. Bayi mungil yang masih berusia 11 hari itu harus berjuang hidup dalam kotak inkubator di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Singkil.
Desi Siti Amnika, ibu kandung Mahira kepada wartawan, Jumat, 30 September 2016, mengatakan, anaknya lahir pada 19 September lalu, sempat dirujuk ke Rumah Sakit Columbia Asia Medan, Sumatera Utara untuk mendapatkan perawatan. Namun lantaran tidak sanggup menanggung biaya yang cukup besar, ia membawa kembali bayinya ke RSUD Singkil.
Kami mencoba membawa bayi saya untuk berobat di Rumah Sakit Columbia supaya bisa cepat sembuh. Karena menurut informasi dari kawan-kawan jika berobar di sana empat hari bisa sembuh. Setelah berobat di sana, penyakit bayi saya ini diluar perkiraan, sehingga tidak bisa sembuh dalam waktu beberapa hari. Sementara jika harus bertahan lama di sana biaya sangat mahal, kami keluarga tidak mampu, ungkap istri dari Maslin ini.
Desi menceritakan hasil diagnosa Rumah Sakit Columbia Asia, anak pertamanya ini menderita penyakit sepsis, jantung kesan membesar, dan paru-paru tampak kesuraman. Sehingga Mahira harus dirawat dalam inkubator yang terbuat dari plastik bening di RSUD Aceh Singkil.
Mahira lahir melalui persalinan normal di sebuah klinik di wilayah Kota Subulussalam. Desi berharap bantuan para dermawan untuk membantu biaya pengobatan demi kesembuhan buah hatinya itu. Ia menitipkan nomor handphone jika ada pihak yang ingin membantu bayi malang tersebut ke nomor 08126586623 dan 085760385741.[]
Laporan Sudirman


