ACEH UTARA – Iniasiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat dapat mencegah risiko terjadinya stunting pada bayi di bawah dua tahun (baduta).

Diketahui, pada saat usia 0-23 bulan, pertumbuhan dan perkembangan berlangsung cepat. Terjadi peningkatan kesehatan mental, memori, daya nalar, asosiasi, dan lainnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Jalaluddin, SKM., M.Kes., mengatakan usia 0-23 bulan merupakan periode anak berpotensi tumbuh sehat, bertambah berat dan tinggi badannya, serta bertambah kepandaiannya secara optimal.

Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran fisik dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, seorang anak tumbuh dari bertubuh kecil menjadi besar atau bertinggi badan dari pendek menjadi tinggi. Pertumbuhan berkaitan dengan perubahan dalam besar, jumlah ukuran, atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu.

Pertumbuhan seorang anak bukan hanya sekadar gambaran mengenai perubahan berat badan, tinggi badan, atau ukuran tubuh lainnya. Namun juga tentang keseimbangan antara asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak yang sedang dalam proses pertumbuhan.

“Oleh karena itu, bayi dan anak baduta harus mendapatkan asupan zat gizi dalam jumlah yang tepat dengan kualitas yang baik,” kata Jalaluddin, Kamis, 10 Juli 2025.

Perkembangan pada usia 0-23 bulan menjadi masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnya. Secara umum, ada persamaan pola perkembangan bagi semua anak, sehingga pola perkembangan dapat diprediksi. Proses perkembangan berlangsung dari tahapan yang lebih umum ke tahapan yang lebih spesifik, serta terjadi secara berkesinambungan.

Anak usia dini adalah individu dengan rentang usia antara nol hingga enam tahun dengan masa perkembangan dan pertumbuhan yang cepat serta berbeda pada setiap tahap usianya. Perkembangan anak akan sangat optimal apabila didukung oleh lingkungannya. Dukungan tersebut harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak.

Orangtua dapat mendukung anak secara optimal pada saat bermain. Orangtua dapat menstimulasi berbagai lingkup perkembangan anak, dari aspek kognitif, bahasa, fisik motorik, dan sosial emosional.

Kemampuan yang dikuasai anak pada setiap tahapan usia berbeda antara satu dengan lainnya. Orangtua perlu memahami keunikan dan karakteristik tahapan pada usia tersebut sehingga dapat memberikan stimulasi yang sesuai dengan perkembangannya.

Pemberian Makanan Pendamping ASI

Mengutip buku Stunting-pedia: Apa yang Perlu Diketahui tentang Stunting, asupan gizi sangat penting dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang pesat pada usia 0-23 bulan. Walaupun masih harus menyusu sampai usia dua tahun, setelah berusia enam bulan, bayi memerlukan makanan pendamping ASI (MPASI) agar kebutuhan zat gizi untuk tumbuh kembang dapat dipenuhi.

Pola asuh terkait pemberian makan bayi dan anak (PMBA) sesuai dengan standar emas makanan bayi, sebenarnya sudah dimulai dari inisiasi menyusu dini (IMD) segera setelah bayi lahir, ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemberian MPASI dan melanjutkan ASI sampai usia dua tahun atau lebih.

Proses kesiapan anak menerima makanan dimulai sejak usia empat bulan. Anak akan benar-benar siap untuk menerima makanan pada usia enam bulan karena fungsi sistem pencernaan, sistem saraf dan otot, serta kemampuan oromotor yang merupakan dasar keterampilan makan bayi telah siap digunakan.

Proses kesiapan mencakup semua kegiatan yang menggunakan sistem gerak otot dari rongga mulut, seperti rahang, gigi, lidah, langit-langit, bibir, dan pipi, termasuk koordinasi gerak di antara organ-organ rongga mulut pada bayi. Proses makan juga memerlukan interaksi bayi, ibu, dan pengasuh.

Tanda anak siap makan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu kesiapan fisik dan motorik, kesiapan psikologis, dan kesiapan enzim.

Syarat pemberian MPASI terdiri dari tepat waktu, adekuat, aman dan higienis, serta responsive feeding. Pemberian MPASI yang tidak adekuat dapat menyebabkan risiko terjadinya gagal tumbuh, kekurangan zat gizi mikro, dan gangguan tumbuh kembang.

Stunting selalu dimulai dengan kenaikan berat badan yang kurang dari seharusnya, sehingga menyebabkan gagal tumbuh.[](*)