BLANGKEJEREN – Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, langka. Namun, pedagang BBM eceran terlihat berjejer di depan SPBU dan sepanjang jalan kota Blangkejeren.
Sebagaimana diketahui, Blangkejeren merupakan ibu kota atau pusat pemerintahan Gayo Lues.
Pantauan portalsatu.com yang kebetulan melintasi Blangkejeren menuju Kutacane, Aceh Tenggara, Kamis, 6 Juli 2017, sekitar pukul 14.30 WIB, dua SPBU di Blangkejeren tidak punya BBM alias kosong. Bahkan, salah satu SPBU terlihat tutup.
“Pertalite dan premium habis, cuma ada solar. Nanti baru ada lagi. Coba saja ke SPBU satu lagi, hanya berjarak beberapa meter ke depan,” ucap salah seorang petugas SPBU tanpa menjelaskan kapan waktu pasti BBM itu kembali tersedia. Sementara di depan SPBU berjejer pedagang BBM eceran.
Saat portalsatu.com menuju SPBU dimaksud, malah tidak ada aktivitas sama sekali. Bahkan, jalan masuk ditutup pagar besi.
Berselang beberapa meter dari SPBU kedua, kembali terlihat puluhan pedagang BBM eceran. “Mau isi minyak apa? Premium dan Pertalite Rp10 ribu per liter, sedangkan solar Rp7 ribu,” ucap pedagang BBM eceran itu.
Ditanya apakah di Blangkejeren sering terjadi kelangkaan BBM di SPBU, wanita paruh baya yang didampingi suaminya itu menjawab, “Di sini ya begini, banyak pedagang BBM eceran. Soal langka di SPBU ya kurang pahamlah kita. Karena kita belinya di calo”.
Sementara itu, Yanis, 32 tahun, warga Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara yang ikut melintasi kawasan itu mengatakan, “Saran saya, jika melintasi jalur Takengon, Blangkejeren menuju Kutacane, sebaiknya isi BBM full terlebih dahulu di Takengon, Aceh Tengah. Untuk antisipasi kekurangan, ada baiknya membawa BBM tambahan di jerigen daripada harus isi BBM Rp10 ribu per liter”.[]



