MEDAN – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus memperkuat keandalan distribusi energi guna memastikan ketersediaan BBM dan LPG bagi masyarakat tetap aman dan merata, di tengah meningkatnya kebutuhan energi.

Di wilayah Sumbagut, distribusi energi masih mengandalkan mobil tangki sebagai tulang punggung penyaluran ke SPBU dan lembaga penyalur lainnya. Untuk meningkatkan efisiensi, Pertamina juga mengoptimalkan skema multimoda, termasuk penggunaan Rail Tank Wagon (RTW) yang mampu menyalurkan hingga sekitar 884 kiloliter BBM dalam satu kali perjalanan, khususnya di wilayah Sumatera Utara.

Selain jalur darat, distribusi juga diperkuat melalui kapal tanker untuk menjangkau wilayah kepulauan dan daerah yang membutuhkan akses laut. Integrasi berbagai moda transportasi ini membuat sistem distribusi energi menjadi lebih fleksibel dan adaptif terhadap kondisi geografis Sumbagut yang beragam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, Senin, 30 Maret 2026, mengatakan bahwa keandalan distribusi harus berjalan seiring dengan kesadaran masyarakat dalam menggunakan energi.

“Pertamina terus mengoptimalkan distribusi energi agar dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata. Kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan, sehingga ketersediaan energi dapat tetap terjaga dan berkelanjutan,” ujar Fahrougi.

Lanjut Fahrougi, dengan dukungan infrastruktur dan sistem distribusi yang terintegrasi, Pertamina memastikan pasokan energi tetap dalam kondisi aman. Namun demikian, peran aktif masyarakat dalam menggunakan energi secara bijak menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan distribusi.

“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat sistem distribusi energi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat demi menjaga ketahanan energi di wilayah Sumatera Bagian Utara,” ungkap Fahrougi.[]