Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaBea Cukai Aceh...

Bea Cukai Aceh Hibahkan 24,5 Ton Bawang Merah Hasil Penindakan

BANDA ACEH – Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh menghibahkan 24,5 ton bawah merah ilegal hasil penangkapan patroli laut di perairan Aceh Tamiang. Bawang itu dihibahkan kepada Pemkab Aceh Tamiang dan Aceh Timur untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

“Kanwil Bea Cukai Aceh bersinergi dengan Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, dan Bea Cukai Belawan menghibahkan 24,5 ton bawang merah eks impor itu,” kata Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh, Safuadi, di Banda Aceh, Ahad, 7 Juni 2020. 

Safuadi menjelaskan, bawang merah muatan KM. Rajawali GT.15 No.104/QQd ini merupakan barang hasil penindakan karena tidak dilengkapi dokumen kepabeanan impor yang sah. Di antaranya tidak dilengkapi dokumen daftar muatan kapal (manifes), di perairan Air Masin, Aceh Tamiang. Atas upaya penyelundupan bawang merah ini diperkiraan kerugian negara dari sektor perpajakan Rp58 juta lebih.

“Bawang merah yang dihibahkan ini dikemas dalam 2.722 karung. Dalam satu karung itu seberat 9 kg, total nilai Rp167 juta lebih,” ungkapnya.

Menurut Safuadi, bawang merah yang dihibahkan itu telah dilakukan pengujian di laboratorium Karantina Pertanian, sehingga dinyatakan bebas dari Organisme Penganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), serta Kadar Timbal (Pb) dan Kadmium (Cd) di bawah Batas Maksimum Residu (BMR) sesuai Surat Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Belawan Nomor: 1321/KR.010/K.9.A/05/2020 tanggal 28 Mei 2020. 

“Kegiatan hibah ini merupakan komitmen Kanwil Bea Cukai Aceh, Kanwil Bea Cukai Sumatera Utara, Bea Cukai Belawan, dan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan untuk memanfaatkan barang hasil penindakan kepabeanan dan cukai, untuk dapat dimanfaatkan membantu masyarakat kurang mampu terutama masyarakat terdampak pandemi Covid-19 ini,” ujarnya.

Dia menyebutkan, sanksi hukum atas pelaku tindak pidana penyelundupan barang impor diatur dalam Pasal 102 huruf (a) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

“Setiap orang yang mengangkut barang impor yang tidak tercantum dalam manifes dipidana karena melakukan penyelundupan di bidang impor dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun, paling lama 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp50 juta, paling banyak Rp5 miliar,” jelasnya.[](Khairul Anwar)

Baca juga: