BANDA ACEH – Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Aceh berhasil menangkap penyeludupan barang ilegal berupa bawang merah, yang diseledupkan melalui jalur laut mencapai puluhan ton. Sedangkan barang haram lain berupa rokok dan jenis Pil Ekstasi yang berhasil diaman mencapai ribuan butir.
Kepala Direktorat Jendral Bea Cukai (DJBC) Kantor Wilayah Aceh Ronny Rosfyandi, dalam mendukung program inovatif dan strategis tersebut, Bea dan Cukai aceh secara konsisten melakukan pengawasan terhadap berbagai pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai.
Dalam melakukan penindakan Bea dan Cukai Aceh telah melakukan penindakan sebanyak 372 kasus penindakan. Termasuk, penindakan terhadap 16.820 batang rokok illegal, 180 bungkus rokok illegal, 88 Kg metamphetamine, 30.000 butir ekstasi, dan 20.000 butir happy five dan bawan merah ilegal sebanyak 80 ton lebih.
“Sebagai bentuk kepedulian sosial, Bea dan Cukai Aceh menghibahkan sebagian barang tangkapan untuk kepentingan masyarakat sebanyak 4 kali hibah dengan total seberat 80 ton bawang merah yang kemudian dihibahkan kepada pemerintah daerah Aceh,” katanya, Selasa, 15 Januari 2019, saat konferensi pers di salah satu warung Kota Banda Aceh.
Sambung Ronny, Bea dan Cukai merupakan instansi di bawah Kemnekeu yang bertanggungjawab mengumpulkan penerimaan negara, berhasil dicapai oleh Kanwil BC Aceh, pada tahun 2018 sebesar Rp 87.376.989.095 terdiri dari bea masuk Rp 11.319.437.000, bea keluar Rp61.173, dan disusul dengan penerimaan pabean lainnya 2.757.870.000, serta PPN 33.803.634.432, PPh impor 11.418.184.109, dan PPh ekspor 28.077.802.381.
“Nilai ini d iantaranya diperoleh dari kegiatan ekspor dan impor di wilayah Aceh,” jelasnya.
Ke depan, kata dia, berbagai tantangan menjadi sebuah keniscayaan, yang harus dihadapi Bea dan Cukai Aceh dalam menjalankan tugas perlu dukungan berbagai instansi, seperti TNI, Kepolisian, Kejaksaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, BNNP, Pemerintah daerah aceh, untuk mewujudkan perekonomian yang berdaya saing tinggi dan sehat guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.[]
Penulis: Khairul Anwar



