BLANGKEJEREN – Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues menyalurkan Beasiswa Kartu Gayo Lues Pintar (KGLP) siswa SD dan SMP tahun 2021 pada 30 Desember 2022 lalu. Uang yang telah masuk ke rekening siswa itu kemudian ditarik awal tahun 2023 dan diminta lagi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Rp450 ribu.

Informasi diperoleh portalsatu.com/, jumlah beasiswa yang masuk ke rekening siswa Rp900 ribu. Setelah ditarik oleh siswa bersama orang tuanya dari bank, uang Rp450 ribu diserahkan lagi kepada guru pendamping dan kemudian diserahkan ke pegawai Disdik.

Kepala SD Negeri 1 Blangjeranggo Muhammad Amin, Senin, 16 Januari 2023, mengatakan jumlah penerima beasiswa di SDN 1 Blangjeranggo 45 siswa, dan uang yang masuk ke rekening masing-masing siswa Rp900 ribu.

“Karena kata orang Dinas Pendidikan salah transfer uangya (dobel transfer), kami disuruh meminta lagi dari siswa sebesar Rp450 ribu, sebab jatah beasiswa anak SD hanya Rp450 selama tahun 2021,” kata Amin di kantor Disdik Gayo Lues.

Saat ini, kata Kepsek SDN 1 Blangjeranggo, jumlah uang yang sudah ditarik kembali dari siswa Rp18 juta dari 40 siswa. Sedangan dari lima siswa masih belum diminta lantaran belum ditarik dari bank.

“Uang yang kami tarik dari siswa ini akan kami serahkan kepada Bidang Dikdas Dinas Pendidikan Gayo Lues, karena mereka yang salah memosting uangnya,” ujar Amin.

Sekretaris Dinas Pendidikan Gayo Lues, Zulkarnain, mengatakan masalah ini terjadi karena gangguan jaringan, sehingga terjadi dobel transfer kepada 200 siswa penerima beasiswa.

“Jumlah penerima beasiswa SD dan SMP tahun 2021 hampir tiga ribu siswa, total pagu Rp1,6 miliar. Untuk anak SD beasiswanya Rp450 ribu, dan siswa SMP Rp750 ribu,” kata Zulkarnain.

Alasan beasiswa tahun 2021 itu dibayar pada 30 Desember 2022, kata Zulkarnain, lantaran ada refocusing anggaran tahun 2021, sehingga terpaksa dibayarkan akhir 2022 dan ditarik siswa awal 2023 ini.

“Tidak ada masalah, semua ini terjadi karena dobel transfer saja, sehingga harus diminta lagi, dan kemudian ditransfer lagi ke siswa penerima lainnya. Memang baru kali ini terjadi dobel transfer,” katanya.

Zulkarnain mengigatkan kepada guru agar jangan meminta uang beasiswa dari siswa tanpa prosedur. Jika hal ini terjadi nantinya maka risiko ditanggung sendiri oleh guru tersebut.[]